Anak Nyaris Terseret Ombak Bali Meisya Siregar Anggap Teguran Tuhan

Share

Insiden kurang menyenangkan menimpa putra bungsu Meisya Siregar dan Bebi Romeo, Muhammad Bambang Arr Ray Bach. Bocah tersebut nyaris tenggelam setelah terseret ombak besar saat berlibur di Bali.

Peristiwa itu menjadi bahan evaluasi mendalam bagi Meisya Siregar. Seperti dilansir dari Detik Hot, ia memandang kejadian mengejutkan tersebut sebagai bentuk peringatan langsung dari Sang Pencipta.

Pengalaman spiritual itu disampaikan Meisya saat menjadi bintang tamu di program Pagi-pagi Ambyar Trans TV di Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).

"Mungkin selama liburan di sana aku banyak lalai. Namanya lagi di Bali, liburan, mungkin amalan yang biasanya dikerjain jadi kelewat, atau ada syubhat-syubhat yang dikerjain. Jadi ya udah, aku anggap ini teguran murni dari Allah buat aku sama Bebi," ujar Meisya.

Wanita berusia 47 tahun itu menilai musibah tersebut menjadi pengingat berharga. Ia menyadari masih terdapat banyak kekurangan dalam mendidik dan menjaga buah hatinya.

"Pastinya nggak take it for granted ya. Kadang kita merasa udah jor-joran buat anak, ngerasa udah maksimal. Tapi dengan kejadian ini, aku merasa apa yang kita lakukan itu masih banyak kurangnya, masih banyak nggak sempurnanya. Aku menjadikan kesempatan yang Allah kasih ini sebagai pelajaran buat berbenah diri," tuturnya.

Perasaan cemas sempat menyelimuti pikiran Meisya seusai insiden terjadi. Ia khawatir buah hatinya mengalami rasa takut mendalam terhadap lingkungan pantai, mengingat Bambang sangat menggemari aktivitas air.

"Aku cuma mikirin, Bambang pasti trauma banget. Dia itu anak pantai banget, suka banget olahraga air. Aku mikirnya, 'Wah Bambang bisa-bisa nggak akan pernah mau nginjak pantai lagi', dan aku juga kayaknya nggak mau bawa anak ke laut lagi. Tapi masyallah-nya, besokannya alhamdulillah dia udah tenang, udah enak, dan dia malah yang ngajak main ke pantai lagi," katanya.

Pemulihan kondisi psikologis sang anak yang tergolong cepat kian menyadarkan Meisya. Ia merasa pesan dari peristiwa berharga tersebut memang sepenuhnya ditujukan bagi dirinya dan sang suami.

"Memang kayaknya yang mau ditegur sama Allah itu orang tuanya, bukan anaknya. Jadi Bambangnya nggak kena dampak apa-apa, tapi target tegurannya ke orang tuanya, 'Hei! Jangan sombong lu ngelepas anak lu begitu aja!'" pungkas Meisya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author