Ajudan Wali Kota Parepare Bentak Warga Usai Flare Kenai Penonton
Ajudan Wali Kota Parepare, Ahmad Husaini, terlibat keributan dengan warga saat acara nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026. Insiden tersebut dipicu oleh percikan suar atau flare yang dinyalakan Ahmad mengenai salah satu penonton.
Peristiwa ini terjadi di Lapangan Andi Makkasau pada Senin (20/7) dini hari, dalam acara yang digelar oleh Pemkot Parepare. Sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Selasa (12/7/2026), kericuhan bermula di tengah kerumunan penonton yang sedang merayakan gol.
Salah seorang warga, Ricky Leonard, memberikan kesaksian terkait kronologi insiden tersebut saat perayaan gol berlangsung di lokasi kejadian.
"Saat merayakan gol, red flare kedua datang dari belakang posisi kami duduk dibawa langsung orang yang sama. Kami laki-laki hanya fokus merayakan gol 1-0, tiba-tiba teman perempuan di depan saya merintih ternyata akibat kena percikan flare," kata seorang warga, Ricky Leonard.
Dampak dari terkenanya penonton oleh percikan api membuat situasi memanas. Sejumlah penonton melemparkan botol ke arah pemegang suar, yang kemudian dibalas aksi membentak oleh sang ajudan kepada warga yang menegurnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Ahmad Husaini menyampaikan alasannya membawa suar ke area depan panggung. Ia mengklaim langkah itu dilakukan karena menganggap lokasi tersebut lebih aman, tanpa menyadari percikan suar mengenai penonton.
"Ternyata ada percikannya jatuh kena perempuan. Saya tidak sadar di situ, saya tunggu sampai habis jangan sampai terbakar rumput," ujarnya.
Ahmad menjelaskan bahwa ketegangan mulai meningkat setelah suar yang dipegangnya padam. Menurut keterangannya, ada pihak yang melempar botol dan menunjukkan gestur menantang di tengah kerumunan.
"Nanti saya lihat ada kena perempuan, saya simpan itu flare, saya datangi baru minta maaf ka. Saya jabat tangan, saya minta maaf. Walaupun itu bukan kesengajaan ku, tidak saya sengaja. Sama-sama ki penonton, tapi narasinya bawa-bawa ajudan," ujarnya.