Film The Mandalorian and Grogu Puncaki Bioskop Amerika Utara
Film layar lebar terbaru dari waralaba Star Wars sukses menduduki posisi teratas dalam daftar film terlaris di Amerika Serikat dan Kanada sepanjang akhir pekan libur panjang.
Sinema bertajuk The Mandalorian and Grogu tersebut mengantongi pendapatan tiket sebesar US$102 juta atau sekitar Rp1,8 triliun pada debut perdananya, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Senin (25/5/2026).
Hasil penjualan tiket komersial ini melewati target minimal sebesar US$100 juta yang sebelumnya telah diproyeksikan oleh lembaga pelacak industri bioskop Boxoffice Pro.
Walaupun mencatatkan pembukaan yang kuat bagi proyek berskala besar, angka debut tersebut menjadi salah satu yang paling rendah dalam sejarah waralaba Star Wars sejak Lucasfilm diambil alih oleh Walt Disney Co pada 2012.
Sinema yang disutradarai oleh Jon Favreau ini menampilkan petualangan pemburu hadiah Din Djarin yang dimainkan oleh Pedro Pascal bersama muridnya yang bernama Grogu.
Proyek ini menjadi film Star Wars pertama yang seluruh kegiatan produksinya dilakukan di California setelah mendapatkan insentif pajak dari negara bagian sebesar US$22 juta.
Adaptasi cerita dan karakter film ini diambil langsung dari serial televisi populer The Mandalorian yang tayang pertama kali di layanan streaming Disney+ pada tahun 2019.
Tanggapan awal dari para kritikus film di situs Rotten Tomatoes menunjukkan tingkat kepuasan sebesar 63 persen, sedangkan dari penonton mencapai 89 persen.
"Membawa kisah-kisah ini ke layar lebar memberikan peluang untuk merangkul calon penonton baru yang mungkin selama ini tidak mengikuti Star Wars secara dekat," ujar Jon Favreau, Sutradara.
Favreau menilai langkah membawa cerita tersebut ke bioskop merupakan sebuah kewajiban dari pihak produsen untuk menyajikan kualitas tontonan yang sepadan bagi para pemirsa.
"Saya pikir sudah menjadi kewajiban kami untuk menyajikan sesuatu di layar bioskop dengan cara yang sepadan dan menguntungkan mereka karena sudah bersedia datang ke bioskop," kata Jon Favreau, Sutradara.
Untuk menghadirkan pengalaman visual yang maksimal, sang sutradara menerapkan koreografi aksi yang intens menyerupai film John Wick atau Jason Bourne dengan dukungan anggaran efek visual yang besar.
Set produksi film ini juga dirancang khusus agar sesuai dengan format visual vertikal dari layar raksasa Imax Corp, bukan untuk format layar televisi widescreen.
Peluncuran film ini mengikuti tren positif dari film The Devil Wears Prada 2 milik Disney serta film Michael dari Lionsgate Studios Corp dalam meramaikan jajaran waralaba populer di layar lebar.
Hingga bulan September nanti, kalender sinema global dijadwalkan akan diramaikan oleh Toy Story 5, Scary Movie, PAW Patrol: The Dino Movie, Supergirl, Spider-Man: Brand New Day, hingga Minions & Monsters.
Beberapa proyek film lain yang diproyeksikan akan meraih kesuksesan besar di pasaran adalah The Odyssey arahan Christopher Nolan serta adaptasi live-action Moana dari Disney.