Presiden FIFA Gianni Infantino Terbang 60 Ribu Mil Selama Piala Dunia 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino mencatatkan riwayat perjalanan udara yang fantastis sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. Seperti dilansir dari Detik Travel, Infantino menempuh jarak hampir 60.000 mil atau sekitar 96.500 kilometer di udara. Total waktu terbang Infantino mencapai lebih dari 100 jam dengan frekuensi penerbangan hampir setiap hari.
Angka tersebut setara dengan melakukan perjalanan mengelilingi bumi sebanyak 2,5 kali. Mobilitas tinggi ini terungkap melalui analisis Associated Press yang dikutip dari ABC. Data penerbangan, dokumentasi foto, dan unggahan media sosial FIFA menunjukkan perjalanan Infantino melintasi wilayah Amerika Serikat, Kanada, hingga Meksiko untuk berbagai agenda resmi.
Untuk mendukung kegiatannya, Infantino mengandalkan pesawat jet pribadi Gulfstream G650. Pesawat tersebut berasal dari armada pemerintah Qatar yang dioperasikan oleh divisi charter pribadi Qatar Airways selaku sponsor resmi turnamen.
Infantino mengunjungi seluruh 16 stadion penyelenggara Piala Dunia 2026 dan menghadiri minimal satu pertandingan di tiap lokasi. Stadion Hard Rock di Miami menjadi venue yang paling sering ia datangi, yakni sebanyak lima kali. Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan menonton dua laga berbeda di hari yang sama meski jarak antarstadion mencapai ratusan kilometer. Operasional jet pribadinya kerap memanfaatkan bandara bisnis seperti Fulton County Executive Airport di Atlanta dan Opa-locka Executive Airport di Miami.
Durasi terbang Gulfstream selama turnamen sama dengan lima hari penuh di udara. Waktu tersebut setara dengan penerbangan komersial rute New York ke Los Angeles sebanyak 20 kali penerbangan. Penerbangan terlama Infantino dari Miami menuju Seattle memakan waktu hingga 344 menit saat ia menghadiri laga Belgia melawan Mesir pada 15 Juni. Waktu tempuh ini sebanding dengan durasi tiga pertandingan sepak bola penuh.
Penerbangan tersingkat tercatat selama 28 menit dari Seattle ke Vancouver pada 6 Juli. Kala itu, Infantino menyaksikan laga Amerika Serikat melawan Belgia di Seattle sebelum terbang untuk menonton laga Swiss versus Kolombia di Vancouver pada hari berikutnya. Rekor jarak tempuh terjauh dalam satu hari terjadi pada 26 Juni.
Penerbangan dimulai dari Miami menuju Dallas pada pagi hari, dilanjutkan ke Seattle untuk laga Mesir melawan Iran, lalu kembali mendarat di Miami pada keesokan harinya guna menyaksikan laga Kolombia melawan Portugal. Akumulasi jarak tempuh jet pribadi tersebut melampaui gabungan beberapa rute penerbangan jarak jauh dunia. Rute yang dimaksud meliputi New York-Singapura, Los Angeles-Doha, serta London-Perth.