Anak Meisya Siregar Terseret Ombak di Pantai Bali
Putra bungsu pasangan selebritas Meisya Siregar dan Bebi Romeo, Muhammad Bambang Arr Ray Bach, nyaris tenggelam setelah terseret ombak di sebuah pantai di Bali, seperti dilansir dari Detik Hot pada Senin (20/7/2026).
Insiden menegangkan tersebut terjadi saat Meisya dan Bebi sedang bersantai di area beach bar hotel. Keadaan pantai yang familiar membuat pasangan ini mengaku kurang waspada terhadap potensi bahaya alam.
"Tempat itu bukan tempat asing, ibaratnya lingkungannya sudah kita kenal dan rasanya sudah kayak 'di rumah sendiri'. Nah, itulah kelengahan kita. Yang namanya alam itu tidak pernah bisa kita prediksi, tidak pernah bisa kita lawan. Jadi kalau ditanya kenapa bisa terjadi, ya qadarullah, memang itu sudah jalannya," kata Meisya Siregar di Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026).
Sebelum peristiwa terjadi, sang anak sebenarnya telah meminta izin untuk bermain di pesisir pantai. Meisya juga sempat memberikan peringatan agar Bambang tidak berenang terlalu jauh karena air laut sedang dalam kondisi pasang.
"Bambang sempat izin, 'Bun, Bambang ke pantai ya.' Aku jawab, 'Ingat ya, Nak, pantainya cuma boleh di pinggirnya aja, main pasir. Kalaupun mau main ombak, ingat lautnya lagi tengah (pasang).'
Dia jawab, 'Iya siap, Bun.' Karena memang setiap hari dia ke pantai itu selama empat hari kita di sana," tuturnya.
Arus air yang bergerak cepat membuat Bambang langsung terseret tanpa disadari oleh orang tuanya yang sedang mengobrol bersama rekan-rekan mereka.
"Jadi itu kan hotel yang ada beach bar-nya, dan posisinya masih di area kursi-kursi hotel. Turun tangga ke bawah itu baru pantai. Nah, pantainya itu memang modelannya beda sama kalau kita ke Seminyak yang kursi-kursinya disewakan dekat air. Ini jarak dari beach bar hotel ke bibir pantai itu jauh, mungkin ada sekitar 400 meter sampai 1 kilometer," jelasnya.
Atas kejadian berharga ini, Meisya dan Bebi memilih untuk mengevaluasi diri serta mengambil hikmah atas pentingnya pengawasan penuh terhadap anak saat berlibur.
"Kalau aku berdua sih harus berjiwa besar mengakui kalau ini adalah kelengahan kita sebagai orang tua. Malam itu perasaannya berkecamuk banget. Apalagi Bebi jadi nggak mau pisah tidur sama Bambang-padahal biasanya kan kamar kita beda sama anak-anak. Malam setelah kejadian itu, papanya nggak mau pisah sama Bambang," pungkas Meisya.