FIFA Catat Lonjakan Ujaran Kebencian Piala Dunia 2026

Share

FIFA mencatat lonjakan penyebaran ujaran kebencian di media sosial hingga 14 kali lipat selama gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dibandingkan edisi 2022 di Qatar. Informasi tersebut disampaikan melalui layanan Social Media Protection Service (SMPS) sebagaimana dilansir dari Detik iNET pada Selasa (21/7/2026).

Sistem SMPS milik FIFA berhasil mengidentifikasi dan menghapus lebih dari 7 juta unggahan serta komentar berbahaya dari total 53 juta konten yang dimoderasi. Angka penanganan ini meningkat tajam dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar yang mencatatkan sekitar 470 ribu konten serupa.

Temuan platform perlindungan digital FIFA tersebut juga menunjukkan adanya 200 ribu lebih unggahan bermuatan pelecehan maupun ancaman. Jumlah kasus tersebut naik signifikan dari edisi sebelumnya yang hanya mencapai 19.600 kasus.

Sebanyak 15 ribu unggahan bermuatan pelecehan telah ditingkatkan proses penanganannya oleh tim internal. Selain itu, FIFA juga menindaklanjuti lebih dari 1.000 ancaman serius dengan meneruskannya kepada aparat penegak hukum dan otoritas terkait.

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) mendeteksi lebih dari 530 ribu pesan yang menargetkan individu tertentu secara spesifik sebelum ditinjau ulang oleh tim SMPS. Layanan digital ini disediakan FIFA untuk melindungi seluruh pemain, pelatih, hingga tim ofisial dari intimidasi di media sosial.

Peningkatan interaksi negatif ini sejalan dengan bertambahnya skala kompetisi Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya melibatkan 48 negara peserta. Perubahan format membuat total pertandingan membengkak menjadi 104 laga dalam durasi 39 hari penyelenggaraan.

Turnamen terbesar sepanjang sejarah tersebut ditutup dengan kemenangan Spanyol atas Argentina lewat skor 1-0 di laga final, yang memastikan gelar juara dunia kedua bagi tim Matador.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author