Ekspor Batu Bara Indonesia Capai Rp 268 Triliun

Share

Sektor ekspor batu bara berhasil menyumbang devisa negara hingga US$ 15 miliar atau setara Rp 268 triliun. Capaian positif tersebut disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Pemerintah menilai keberhasilan pengumpulan devisa dalam jumlah besar tersebut didorong oleh kemampuan menjaga keseimbangan antara penawaran dan permintaan komoditas batu bara di tengah ketidakpastian pasar global.

"Kemudian juga devisa kita ekspor batu bara yang sudah mencapai kurang lebih sekitar US$ 14-15 miliar. Ini menunjukkan bahwa di tengah dinamika global yang tidak menentu, tapi desain kita terhadap menjaga supply and demand agar harga komoditas kita tetap terjaga itu sudah mulai ada tanda-tanda yang membaik," beber Bahlil ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

Perkembangan kondisi pasar komoditas yang kian membaik ini juga telah dilaporkan secara resmi kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Devisa kita dari hasil penjualan dengan hampir kurang lebih sekitar US$ 15 miliar pun semakin membaik. Itu kira-kira," kata Bahlil.

Selain peningkatan nilai devisa ekspor, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor energi tambang ini tercatat sudah melampaui 60 persen dari target annual pada paruh pertama tahun berjalan.

"Pendapatan PNBP kita sampai dengan 6 bulan satu semester pertama sudah mencapai lebih dari 60%," sebut Bahlil.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: batu bara ekspor Menteri ESDM
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author