Gubernur NTT Tinjau Kesiapan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kupang
Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena memimpin apel bersama siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang di Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini menandai dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pengoperasian kawasan pendidikan berasrama tersebut.
Pengoperasian sekolah berasrama jenjang SD, SMP, hingga SMA ini telah dimulai sejak 13 Juli 2026. Sebanyak 249 siswa tercatat sudah menempuh pendidikan di lokasi tersebut, yang terdiri dari 22 siswa SD, 111 siswa SMP, dan 116 siswa SMA.
Dalam arahannya saat memimpin upacara, Gubernur NTT menegaskan pentingnya program ini bagi masyarakat kurang mampu.
"Pendidikan adalah jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan. Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT terus mendukung Program Sekolah Rakyat agar benar-benar melahirkan generasi unggul yang cerdas, berkarakter, mandiri, dan mampu mengubah masa depan keluarganya," kata Melki Laka Lena, Gubernur Nusa Tenggara Timur.
Ia menuturkan bahwa penyediaan fasilitas ini menjadi komitmen negara dalam memberikan kesetaraan akses pendidikan tanpa terhalang kendala ekonomi.
"Kesempatan seperti ini tidak dimiliki semua orang. Karena itu, saya berharap anak-anak memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh. Belajarlah dengan tekun, bangun cita-cita setinggi mungkin, dan jadilah generasi yang kelak membanggakan keluarga, NTT, dan Indonesia," ujar Melki Laka Lena, Gubernur Nusa Tenggara Timur.
Melki juga meminta seluruh jajaran pengelola dan tenaga pendidik untuk memperhatikan kondisi para peserta didik, terutama siswa jenjang dasar yang mulai tinggal jauh dari orang tua.
"Saya minta seluruh warga Sekolah Rakyat menjadi satu keluarga besar. Di asrama kita harus saling menjaga, saling menguatkan, dan saling memberi semangat. Khusus anak-anak SD, saya titip kepada para wali asuh agar memperlakukan mereka seperti anak sendiri," kata Melki Laka Lena, Gubernur Nusa Tenggara Timur.
Progres pembangunan fisik infrastruktur pendukung sekolah tersebut telah mencapai 93,98 persen hingga 16 Juli 2026. Kementerian Pekerjaan Umum mencatat kapasitas total kawasan terpadu ini dapat menampung hingga 1.080 orang.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana sekolah pada Jumat (17/7/2026). Pihaknya fokus menyelesaikan akses jalan sepanjang 5 kilometer menuju kawasan sekolah yang ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
"Kami harus memastikan sarana dan prasarana benar-benar siap untuk mendukung adik-adik belajar. Yang belum selesai segera diselesaikan, terutama akses menuju sekolah, sehingga seluruh kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan baik," kata Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum.
Di sela-sela peninjauan fasilitas, Dody memberikan dorongan motivasi kepada para peserta didik yang telah mulai beraktivitas di lingkungan sekolah.
"Semangat wajib dijaga. Belajar yang rajin, jangan lupa berdoa kepada orang tua. Kalian semua harus sukses. Tugas kami memastikan sarana dan prasarananya tersedia agar kalian bisa belajar dengan nyaman," ujar Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum.
Pihak sekolah menyambut positif komitmen pemerintah dalam melengkapi seluruh fasilitas penunjang kawasan pendidikan terpadu tersebut.
"Kami sangat bersyukur karena pemerintah tidak hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga terus memastikan seluruh fasilitas pendukungnya dilengkapi. Kehadiran Bapak Menteri menjadi penyemangat bagi kami untuk memberikan layanan pendidikan terbaik kepada anak-anak," ujar Felipina Agustina Kale, Kepala Sekolah SRT 1 Kabupaten Kupang.
Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah juga mendapat respon dari para orang tua murid yang mengantar anaknya ke asrama.
"Saya berharap anak saya belajar dengan sungguh-sungguh agar bisa mengubah masa depannya. Sebagai orang tua, saya akan terus mendukung dan mendampingi pendidikan anak," ucap Andreas Lake, Orang Tua Siswa.
Pembangunan fisik kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kupang dikerjakan oleh KSO PT PP – PT DLJ dengan melibatkan 967 tenaga kerja. Sejumlah fasilitas utama seperti gedung SMA, asrama, tempat ibadah, dapur, dan utilitas penunjang telah rampung 100 persen.