Houthi Yaman Deklarasikan Blokade Laut Terhadap Arab Saudi
Aksi penghentian akses maritim ke Arab Saudi secara mendadak diumumkan oleh kelompok Houthi Yaman pada Senin (20/7/2026). Langkah ketat tersebut disampaikan langsung oleh juru bicara militer mereka melalui sebuah pidato resmi di stasiun televisi setempat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pengumuman kebijakan militer tersebut didasari oleh prinsip pembalasan setimpal atas tindakan yang diterima kelompok Houthi selama bertahun-tahun.
"Embargo maritim terhadap musuh kriminal Saudi, berdasarkan prinsip 'mata ganti mata' yang berlaku segera setelah pernyataan ini dikeluarkan," bunyi pengumuman Houthi dilansir Reuters, Senin (20/7/2026).
Penetapan aturan ini diklaim sebagai respons atas penutupan akses yang dialami warga Yaman selama lebih dari satu dekade.
Kelompok Houthi mengatakan blokade tersebut sebagai tanggapan atas "pengepungan yang tidak adil dan menindas terhadap rakyat kami yang tercinta selama hampir 12 tahun, penjarahan sumber daya kami dan pemberlakuan blokade menyeluruh terhadap pelabuhan dan bandara kami melalui darat, laut, dan udara."
Sebelum deklarasi tersebut, aksi saling serang sempat memanas di kawasan tersebut. Houthi meluncurkan rudal ke wilayah Arab Saudi pekan lalu usai menuding pihak kerajaan melakukan pemboman terhadap bandara yang berada di bawah kendali mereka.
Peristiwa ini menandai pelanggaran atas gencatan senjata informal empat tahun yang disepakati sejak Maret 2022 setelah serangan Houthi terhadap infrastruktur energi Saudi.