Harga Minyak Dunia Melonjak Saham Sektor Energi Menguat

Share

Harga minyak dunia melonjak hingga menembus level US$90 per barel pada Senin (20/7/2026). Kenaikan tajam ini memicu penguatan signifikan pada mayoritas saham emiten sektor energi dan migas di Bursa Efek Indonesia.

Lonjakan harga minyak dipicu oleh eskalasi konflik geopolitik di Selat Hormuz serta gangguan fasilitas desalinasi air di Kuwait. Situasi memburuk setelah insiden ledakan dua kapal tanker dan penurunan drastis arus lalu lintas kapal pengangkut energi di kawasan tersebut.

Penguatan tertinggi dicatatkan oleh PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang melesat 4,40 persen ke level Rp1.425 per saham. Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) juga menguat 4,06 persen menuju posisi Rp1.410 per lembar.

Emiten migas swasta PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turut menguat 3,25 persen ke harga Rp1.270. Sementara itu, PT Elnusa Tbk (ELSA) mencatatkan kenaikan 2,34 persen ke level Rp655 per saham.

Di sisi lain, saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) bergerak stagnan di level Rp1.500 per lembar. Masing-masing kinerja emiten terdorong oleh pergerakan harga komoditas global yang memicu akumulasi transaksi pasar.

Analis CGS International Sekuritas Indonesia Mino menilai bahwa lonjakan harga minyak mentah menjadi katalis utama yang menggerakkan prospek emiten hulu migas. Tensi geopolitik antara Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah turut menjaga premi risiko di pasar minyak tetap tinggi.

"Kedua saham tersebut sudah berhasil keluar dari lower low dan saat ini membentuk tren bullish dalam jangka pendek," ujar Mino, Retail Research Team Leader CGS International Sekuritas Indonesia.

Analis pasar mencatat peningkatan volume perdagangan MEDC mencapai 107,62 juta lembar saham. Kondisi teknikal menunjukkan indikator MACD tetap berada di area positif, menandakan momentum penguatan jangka pendek masih mendominasi pasar.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author