George Russell Gagal Finis Akibat Kerusakan Mobil di F1 GP Kanada
Pembalap Mercedes, George Russell, gagal menyelesaikan balapan akibat kerusakan mekanis pada mobilnya saat sedang memimpin perlombaan Formula 1 (F1) Grand Prix Kanada di Sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, pada Senin, 25 Mei 2026 dini hari WIB.
Insiden tersebut dialami Russell pada Lap 29 di sektor Tikungan 8 dan 9 setelah dirinya terlibat persaingan sengit dengan rekan setimnya sendiri, Kimi Antonelli, sepanjang hampir 30 putaran awal balapan, seperti dilansir dari Bola.
Masalah teknis ini memaksa pembalap asal Inggris tersebut menyudahi balapan lebih awal, sehingga melapangkan jalan bagi Antonelli untuk mengamankan podium pertama sekaligus memperlebar keunggulan di papan klasemen sementara.
"Semua tiba-tiba mati begitu saja," kata Russell, pembalap Mercedes.
Kerusakan mendadak pada sistem kendaraan membuat sang pembalap tidak mampu melanjutkan performa impresifnya setelah sebelumnya sukses meraih posisi pole dan memenangi sesi sprint race di Kanada.
"Saya masuk tikungan, lalu mesin mati, elektronik hilang, pengereman juga tidak normal. Jujur, saya sampai kehabisan kata-kata. Saya bahkan tidak tahu harus bilang apa lagi," imbuhnya.
Kegagalan finis ini merugikan posisi Russell dalam perebutan gelar juara dunia musim ini, mengingat Antonelli kini telah mencatatkan empat kemenangan beruntun dan memimpin klasemen dengan keunggulan 43 poin setelah bergulirnya lima seri balapan.
“Saat ini perebutan gelar ada dalam kendali Antonelli," ujar Russell, pembalap Mercedes.
Pembalap berusia 28 tahun itu merasa bahwa jalannya kompetisi musim ini kerap diwarnai oleh berbagai kendala teknis dan momentum yang kurang menguntungkan bagi dirinya.
"Selisih poinnya sudah sangat jauh. Rasanya keberuntungan memang tidak berpihak kepada saya dalam perebutan gelar ini," kata Russell, pembalap Mercedes.
Faktor ketidakberuntungan tersebut diekspresikan Russell melalui beberapa momen krusial yang terjadi pada balapan-balapan sebelumnya.
"Kalau melihat timing safety car di Jepang, lalu mobil rusak saat Q3 di China ketika sedang berebut pole, sekarang rusak lagi saat memimpin balapan di sini," keluh Russell, pembalap Mercedes.
Kendati posisinya di klasemen semakin tertinggal, situasi ini diakuinya justru meminimalkan beban pikiran dan mengubah tekanan yang ada menjadi sebuah motivasi baru untuk menghadapi sisa seri balapan.
"Tapi, sekarang tekanannya hilang. Saya tinggal menikmati setiap balapan, mencoba menang di setiap seri, dan saya tidak punya apa pun untuk kalah," ucap Russell, pembalap Mercedes.
Russell menambahkan bahwa dirinya tetap berambisi untuk kembali bersaing di papan atas serta berharap situasi di lintasan balap dapat segera berbalik menguntungkannya.
"Saya sebenarnya tidak ingin berdiri di sini dan bicara seperti itu. Tentu saja ini membuat frustrasi karena saya ingin ada dalam perebutan gelar tersebut. Semoga keberuntungan mulai berubah," kata Russell, pembalap Mercedes.
Terkait persaingan internal di dalam tim, manajemen Mercedes dilaporkan sempat memberikan peringatan kepada kedua pembalapnya setelah roda mobil Russell dan Antonelli sempat saling bersenggolan ketika berduel di lintasan.
"Kami tahu bagaimana cara balapan satu sama lain. Seperti yang saya bilang, saya rasa kami berdua masih mengontrol semuanya dan itu pertarungan yang menyenangkan," jelas Russell, pembalap Mercedes.
Ia juga mengakui tantangan besar yang dihadapi saat membalap di Sirkuit Gilles Villeneuve, terutama dalam upaya memangkas jarak demi menciptakan momentum untuk mendahului pembalap lain.
"Saya pribadi sangat menikmati duel itu. Sangat sulit di sirkuit ini untuk keluar dari jarak satu detik demi membuka peluang menyalip," kata Russell, pembalap Mercedes.
Kendati memiliki tingkat kesulitan tinggi, Russell menilai bahwa sistem pendukung performa kendaraan pada mobilnya sejatinya sudah bekerja dengan optimal sebelum kendala teknis tersebut muncul.
"Anda mungkin hanya mendapat keuntungan sekitar enam persepuluh detik, termasuk efek slipstream dalam satu lap. Jadi, memang sangat sulit mematahkan jarak," lanjut Russell, pembalap Mercedes.
Pengaturan teknis kelistrikan dan daya tahan mesin mobil diakui Russell sempat memberikan performa yang kompetitif di atas lintasan sirkuit.
"Pengaturan mode overtake dan tambahan tenaga mobil bekerja dengan baik, dan itu bagus," imbuh Russell, pembalap Mercedes.
Melalui hasil akhir balapan di Montreal, posisi kedua berhasil ditempati oleh pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, sementara peringkat ketiga diamankan oleh pembalap Red Bull, Max Verstappen.
| Posisi | Pembalap | Tim |
|---|---|---|
| 1 | Kimi Antonelli | Mercedes |
| 2 | Lewis Hamilton | Ferrari |
| 3 | Max Verstappen | Red Bull |
| 4 | Charles Leclerc | Ferrari |
| 5 | Isack Hadjar | Red Bull |
| 6 | Franco Colapinto | Alpine |
| 7 | Liam Lawson | Racing Bulls |
| 8 | Pierre Gasly | Alpine |
| 9 | Carlos Sainz Jr. | Williams |
| 10 | Oliver Bearman | Haas |