AS Serang Iran Sembilan Malam Berturut Turut Usai Ketegangan Jalur Laut

Share

Amerika Serikat melancarkan gelombang serangan udara ke wilayah Iran selama sembilan malam berturut-turut hingga Minggu (19/7/2026) guna melemahkan kapasitas militer Teheran di Selat Hormuz, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Aksi militer tersebut memicu balasan dari pihak Iran yang mengincar pangkalan militer Amerika Serikat di area Teluk, sekaligus membatalkan kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi oleh Pakistan. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa operasi militer terbaru yang diluncurkan Washington bertujuan untuk memberikan penghormatan bagi para prajurit Amerika Serikat yang gugur.

"Kita kembali menghantam mereka dengan sangat keras malam ini, dan kita melakukannya demi menghormati, mungkin ada tiga, tiga patriot hebat," kata Donald Trump, Presiden AS.

Trump menyampaikan keterangan tersebut kepada awak media saat tiba di Washington DC seusai menghadiri laga final Piala Dunia. "Kita akan kembali menyerang Iran malam ini untuk menghormati para tentara Amerika," ucap Donald Trump, Presiden AS.

Ia menambahkan bahwa pasukan militer AS telah memberikan dampak kerusakan yang signifikan terhadap pertahanan Iran dalam operasi malam tersebut. Mengenai jatuhnya korban jiwa dari pihak militer AS, Trump mengaku sangat prihatin atas insiden tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa para prajurit gugur saat menjalankan tugas penting demi memastikan keselamatan kawasan. Ia menyebut para tentara berjuang agar "Iran tidak memiliki senjata nuklir". Di sisi lain, Pusat Komando AS (CENTCOM) mengonfirmasi peluncuran serangan baru yang dimulai pukul 19.00 malam Eastern Time (ET) untuk mengamankan jalur perairan internasional.

"CENTCOM mulai melancarkan gelombang serangan baru terhadap Iran pada pukul 19.00 malam ET hari ini, untuk malam kesembilan berturut-turut," kata CENTCOM, Pusat Komando AS.

CENTCOM menegaskan bahwa fokus utama penyerangan adalah untuk menghentikan ancaman terhadap navigasi kapal di jalur distribusi energi global. "Serangan-serangan tersebut akan terus melemahkan kemampuan militer Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal komersial dan para pelaut sipil yang melintasi Selat Hormuz," kata CENTCOM, Pusat Komando AS.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author