Prabowo Pangkas Jumlah BUMN Menjadi 350 Unit Akhir Tahun Ini
Presiden Prabowo Subianto memfokuskan pemerintah dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk memangkas jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga menyisakan 350 unit usaha pada akhir tahun ini. Langkah efisiensi tersebut disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).
Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, pengurangan perusahaan pelat merah ini menyasar sekitar 727 unit usaha dari total awal sebanyak 1.077 unit. Pada tahap pertama operasional Danantara selama 18 bulan, sebanyak 250 BUMN dilaporkan telah berhasil dipangkas melalui proses penutupan, konsolidasi, maupun peleburan (merger).
Kebijakan penataan ulang ini diklaim mampu menghemat anggaran rutin negara dalam jumlah yang signifikan. Penghapusan 250 BUMN pada tahap awal tercatat menghemat biaya operasional, termasuk gaji direksi dan komisaris, hingga Rp 50 triliun, sementara target pemangkasan berikutnya diproyeksikan menambah penghematan sebesar Rp 70 triliun hingga Rp 80 triliun.
"Saya mau berterima kasih, saya bangga pimpinan daripada Danantara, dalam tahun pertama 18 bulan pertama sudah berhasil mengurangi jumlah tersebut dari 1.077, di akhir bulan ini, di akhir 31 Juli mereka sudah menutup, mengkonsolidasikan, me-merger, sehingga dari 1.077 berkurang 250 BUMN," beber Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Kepala Negara kemudian melontarkan kelakar yang ditujukan kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengenai kecepatan restrukturisasi perusahaan negara tersebut di tingkat global.
"Saya kira, maaf ya, mungkin Ketua DEN, Pak Luhut, bisa dicek di dunia, mana ada negara yang menutup state owned enterprises 250 dalam satu tahun?" kata Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Lebih lanjut, pimpinan BPI Danantara menyatakan kesanggupan untuk melanjutkan pengurangan ratusan entitas BUMN lainnya hingga batas waktu yang telah ditentukan pada pengujung tahun.
"Dan mereka (Danantara) menyanggupi, laporan ke saya, 'Pak, Desember 31, tahun 2026 jumlah BUMN kita dari 1.077 akan maksimal 350 saja.' Berarti di akhir 2026 mungkin 700 BUMN yang akan kita tutup, kita merger, kita konsolidasi, berkurang dari 1.077 akan menjadi maksimal 350," beber Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Anggaran yang berhasil diselamatkan dari penutupan tahap awal tersebut mencakup berbagai pengeluaran sekunder, mulai dari biaya transportasi, sewa gedung kantor, hingga pelaksanaan rapat kerja perusahaan.
"Dan mereka laporan dengan ditutupnya 250 BUMN, overhead, biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah Rp 50 triliun, Rp 50 triliun, gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, bayar ini itu, rapat kerja, Rp 50 triliun," jelas Prabowo, Presiden Republik Indonesia.
Pemerintah optimistis bahwa akumulasi penghematan anggaran negara akan terus melonjak seiring dengan penuntasan target pengurangan unit usaha hingga akhir Desember mendatang.
"Desember31 saya kira ini mungkin angka penghematan bisa naik bisa-bisa bisa mendekati Rp 70-80 triliun. Saya terima kasih dari pimpinan Danantara," sebut Prabowo, Presiden Republik Indonesia.