Chevron Harus Garap Wilayah Kerja Jumbo untuk Investasi di Indonesia
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menetapkan syarat bagi Chevron Corp. jika ingin kembali berinvestasi di sektor hulu migas Indonesia, medio pekan lalu. Langkah ini menyusul pelepasan sebagian aset Asia Pasifik milik raksasa energi asal Amerika Serikat tersebut ke Eneos Holdings Inc.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas Rikky Rahmat Firdaus menjelaskan bahwa Chevron diwajibkan untuk menggarap wilayah kerja (WK) bernilai jumbo. Hal itu disampaikannya di sela pergelaran IPA Convex 2026.
"Syaratnya itu, dia enggak main yang kecil-kecil. Kita harus menyiapkan yang big one. Oke, kalau enggak big one bukan kelasnya Chevron. Itu saja sih syaratnya," kata Rikky Rahmat Firdaus, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas.
Rikky menambahkan bahwa korporasi tersebut saat ini bertindak sangat hati-hati dan tengah membidik mitra kerja yang memiliki skala bisnis setara. Berdasarkan keterangan pada Senin (21/7/2025), pembicaraan mengenai potensi investasi besar ini juga melibatkan beberapa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas kakap lain.
"Chevron dia lagi mencari teman-temannya yang selevel lah, yang sebesar dia. Jadi kegiatannya memang belum masuk ke Migas Data Repository [MDR] dan kita tunggu bersama lah ya," ujar Rikky Rahmat Firdaus, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas.
SKK Migas saat itu mengonfirmasi bahwa perundingan antarkorporasi juga mencakup pembagian informasi terkait risiko investasi di Indonesia. Chevron memilih untuk bergerak secara senyap dalam mematangkan strategi investasinya.
"Kalau Chevron ini, dia enggak mau gembar-gembor dahulu. Jadi harus dengan hati-hati sekali supaya memang tone-nya masuk," kata Rikky Rahmat Firdaus, Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas.
Hingga kini, pihak SKK Migas belum memberikan konfirmasi mengenai rumor ketertarikan Chevron pada aset hulu migas di wilayah Jawa Timur-Bali maupun penawaran WK di area Indonesia timur. Di sisi lain, Chevron dipastikan tetap melanjutkan komitmen proyek penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS/CCUS) di Indonesia.
Aktivitas investasi baru ini mengemuka setelah Eneos Holdings Inc. mengakuisisi aset kilang dan ritel Chevron di Asia Pasifik senilai US$2,17 miliar, termasuk kepemilikan 50 persen kilang di Singapura, serta aset di Malaysia, Filipina, Australia, dan Indonesia. Di Indonesia, Chevron masih beroperasi di sektor hilir melalui penjualan pelumas bermerek Caltex oleh PT Chevron Oil Products Indonesia.