Amerika Serikat Serang Kota Bushehr Iran Lokasi Pembangkit Nuklir

Share

Pasukan militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara yang menghantam sejumlah titik di kota pelabuhan Bushehr, Iran selatan, pada Senin (20/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Wilayah tersebut merupakan lokasi berdirinya satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir sipil milik negara tersebut.

Gempuran armada militer Amerika Serikat ini menyasar area strategis di dekat fasilitas nuklir vital Iran. Hingga saat ini, pihak berwenang belum memberikan rincian resmi mengenai besaran kerusakan infrastruktur ataupun jumlah korban jiwa akibat serangan langsung tersebut.

"Beberapa menit yang lalu, beberapa lokasi di kota Bushehr dihantam oleh proyektil musuh Amerika," kata Gubernur Bushehr, Mohammad Mozaffari.

Eskalasi militer antara kedua negara telah berlangsung intensif sejak akhir bulan lalu. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Iran, akumulasi korban tewas akibat rentetan gempuran Amerika Serikat sejak 27 Juni telah melampaui 50 orang, termasuk lima perempuan dan dua anak-anak.

Selain korban jiwa, fasilitas medis lokal mencatat ratusan warga sipil maupun personel mengalami cedera. Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour melaporkan bahwa sedikitnya 517 orang lainnya mengalami luka-luka akibat rentetan serangan AS, dengan 35 korban luka di antaranya merupakan perempuan dan 19 korban luka lainnya adalah anak-anak.

Pihak rumah sakit terus melakukan penanganan medis darurat terhadap para korban terdampak di berbagai daerah. Kermanpour menambahkan bahwa 28 prosedur bedah telah dilakukan terhadap para korban luka.

Sebagian besar korban terdampak kini telah selesai menerima perawatan intensif dari tim medis. Dari angka tersebut, sebanyak 468 korban luka di antaranya telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan medis di rumah sakit. Sekitar 32 pasien lainnya masih menjalani rawat inap.

Konflik bersenjata ini kembali membara menyusul serangkaian insiden keamanan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Jalur perairan strategis tersebut menjadi pusat perebutan kendali utama antara pasukan Washington dan Teheran.

Saling balas serangan terus terjadi di mana militer Amerika Serikat menggempur sasaran darat dan laut Iran, sementara Teheran membalas dengan menembaki pangkalan militer Washington di negara-negara Teluk. Pertempuran sengit ini secara otomatis membatalkan nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata berstatus dimediasi Pakistan yang disepakati kedua belah pihak pada Juni lalu.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author