Pemerintah Setujui Tambahan Anggaran Pelni dan ASDP Rp 209 Miliar
Pemerintah menyetujui pemberian tambahan anggaran sekitar Rp 209 miliar untuk PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni dan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dalam rapat di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Senin (20/7/2026).
Dilansir dari Detik Finance, alokasi dana tersebut dibagi menjadi Rp 139 miliar untuk ASDP dan sebesar Rp 70 miliar untuk Pelni. Keputusan ini diambil dalam pertemuan antara Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, jajaran Komisi V, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan COO BPI Danantara Dony Oskaria.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa dana tambahan tersebut dialokasikan untuk membiayai kebutuhan penyeberangan kapal perintis, yang langsung mendapatkan persetujuan dari Menteri Keuangan.
"Tadi disampaikan adalah kebutuhan sekitar Rp 139 miliar untuk di ASDP dan kurang lebih Rp 70 miliar untuk yang di PELNI, sehingga tadi langsung kami bersama-sama kami verifikasi persetujuan untuk dua hal yang tersebut," ungkap Prasetyo.
Selain kedua BUMN tersebut, permohonan pendanaan untuk Perum Damri juga disetujui oleh pemerintah. Namun, skema yang diberikan kepada pihak Damri bukan berupa tambahan anggaran, melainkan pencarian solusi melalui skema pendanaan alternatif.
"Tadi ada penambahan juga permohonan dan juga kita berikan persetujuan kesanggupan untuk, termasuk Damri. Kalau ASDP dan PELNI kan berhubungan dengan penyeberangan laut, yang darat ini kan Damri, yang memiliki permasalahan yang sama tetapi tidak spesifik memerlukan tambahan anggaran hanya skema pendanaan yang tadi kita sepakati untuk dicarikan solusi," terangnya.
Di samping itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut menyetujui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk Kementerian Perhubungan berkisar antara Rp 2,3 triliun hingga Rp 2,4 triliun. Anggaran ini akan dimasukkan ke dalam pembiayaan sisa tahun berjalan.
"Ya untuk sementara kalau mekanisme ABT kan hanya untuk tahun anggaran tahun berjalan, berarti di sisa semester kedua di tahun 2026 ini. Kurang lebih kalau saya tidak salah ya tadi di sekitar Rp 2,3 atau Rp 2,4 triliun," pungkasnya.