Otoritas Korea Selatan Bekukan Perdagangan KOSPI Usai Lonjakan Volatilitas

Share

Operator bursa Korea Exchange menghentikan sementara perdagangan program indeks KOSPI selama lima menit pada Senin (20/7/2026) pukul 11.22 waktu setempat setelah indeks acuan tersebut merosot hingga 4,25 persen. Pembekuan melalui mekanisme sell-side sidecar ini dipicu oleh lonjakan volatilitas ekstrim pada saham-saham semikonduktor berbasis kecerdasan buatan serta pengetatan aturan produk derivatif oleh regulator.

Langkah penghentian sementara perdagangan dilakukan otoritas setelah transaksi ETF leverage saham tunggal melonjak pesat hingga memicu gejolak harga yang menjauh dari fundamental perusahaan. Pemerintah Korea Selatan memutuskan menghentikan sementara peluncuran ETF leverage baru dan menaikkan batas saldo kas minimum investor hingga tiga kali lipat menjadi 30 juta won mulai 5 Agustus 2026.

Otoritas keuangan menilai instrumen spekulatif yang berpusat pada saham raksasa teknologi seperti Samsung Electronics dan SK Hynix memerlukan pengawasan ekstra ketat demi menjaga stabilitas pasar.

"Ini pada dasarnya adalah produk berisiko tinggi," kata Lee Eog-weon, Ketua Financial Services Commission (FSC).

Pemerintah menegaskan bahwa sosialisasi mengenai potensi bahaya dari instrumen investasi berdaya ungkit tinggi tersebut telah disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

"Kami telah menjelaskan risikonya kepada investor," kata Lee Eog-weon, Ketua Financial Services Commission (FSC).

Perubahan perilaku investor ritel yang memanfaatkan dana pinjaman hingga mencapai 34,37 triliun won dinilai telah mengubah pola pergerakan indeks acuan Korea Selatan secara mendasar.

"Indeks kini telah terlepas dari seluruh faktor pendorong historis pasar Korea," ujar Alexander Redman, Kepala Strategi Ekuitas CLSA.

Dinamika transaksi harian yang kini didominasi oleh pergerakan dana ETF leverage tunggal membuat frekuensi penghentian perdagangan semakin sering terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

"Kalau dulu pasar Korea turun 7 persen dalam sehari, saya mungkin tidak akan sedang berbicara dengan Anda. Sekarang itu menjadi hal yang normal. Kondisi ini membuat investor institusi semakin khawatir," ujar Alexander Redman, Kepala Strategi Ekuitas CLSA.

Sejumlah analis pasar modal global menyoroti tingginya ekspektasi publik terhadap industri kecerdasan buatan yang memicu kerentanan harga saham saat terjadi sentimen negatif.

"When you've a lot of optimism in the market you need everything to go right. Any piece of negative news can throw the market off," kata Tony Welch, Chief Investment Officer di SignatureFD.

Tingkat kepercayaan investor yang terlampau tinggi menciptakan tantangan tersendiri bagi kelanjutan tren kenaikan harga saham teknologi di bursa Seoul.

"There's a lot of confidence built in right now. It's not a bad thing in itself but it does create a high hurdle for market prices to keep going higher," kata Tony Welch, Chief Investment Officer di SignatureFD.

Perubahan standar penilaian pasar terhadap saham teknologi kini berfokus pada detail capaian kinerja keuangan secara sempurna.

"That tells you the AI trade isn't being priced on growth anymore. It's being priced on perfection. Any earnings report that's merely great, instead of flawless, gets sold," kata Gene Goldman, Chief Investment Officer di Cetera.

Keterkaitan erat bursa Korea Selatan dengan dinamika saham semikonduktor global menempatkan KOSPI sebagai prediktor awal bagi pergerakan bursa utama dunia.

"South Korea is now part of the same volatility ecosystem as the Nasdaq and the Philadelphia Semiconductor Index, or SOX," kata Ivan Feinseth, Chief Investment Officer di Tigress Financial Partners.

Pergerakan harga dua emiten utama semikonduktor Korea Selatan kini menjadi petunjuk arah bagi pergerakan saham teknologi di Wall Street sebelum perdagangan dibuka.

"Samsung Electronics, SK Hynix and the Kospi are acting as premarket signals for risk sentiment in U.S. AI and semiconductor stocks," kata Ivan Feinseth, Chief Investment Officer di Tigress Financial Partners.

Langkah tegas regulator domestik dalam membatasi perdagangan spekulatif dinilai sebagai sinyal positif untuk memulihkan rasionalitas pasar dalam jangka panjang.

"Volatilitas di pasar saham Korea belakangan benar-benar luar biasa. Upaya untuk mengembalikan fokus pada fundamental tentu patut disambut baik. Kembalinya rasionalitas akan menjadi kabar positif bagi investor jangka panjang," ujar Mike Sell, Kepala Global Emerging Market Equities Alquity.

Meskipun volatilitas meningkat, sebagian pelaku pasar optimistis tren pertumbuhan laba sektor teknologi masih mampu menopang pergerakan indeks.

"Jika pertumbuhan laba terus berlanjut, penggunaan leverage bisa saja berhasil dan saham-saham Korea terus melesat. Namun saya tidak melihat pergerakan pasar saat ini sesederhana itu," ujar Damien Boey, Strategis Portofolio Wilson Asset Management.

Laporan keuangan kuartal kedua SK Hynix yang dijadwalkan terbit pekan ini menjadi titik krusial berikutnya bagi arah pergerakan bursa saham Korea Selatan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author