Piala Dunia 2026: Spanyol Pesta Juara di Perbatasan AS-Meksiko
Kemeriahan pesta juara Piala Dunia 2026 yang diraih tim nasional Spanyol tidak hanya membahana di Eropa, tetapi juga mengguncang kawasan Chula Vista, California. Seperti dilansir dari Detik Travel, area yang berdekatan dengan perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko tersebut mendadak bertransformasi menjadi pusat selebrasi para pencinta sepak bola.
Sorak-sorai fans La Furia Roja pecah di Stadion DeVore, kompleks kampus Southwestern College, pada Minggu (19/7/2026) waktu setempat. Puluhan pendukung memenuhi tribun stadion untuk memadati gelaran nonton bareng sejak laga dimulai.
Gelar tertinggi itu dipastikan setelah Spanyol menaklukkan Argentina lewat skor tipis 1-0 di Stadion MetLife. Ferran Torres keluar sebagai penentu kemenangan lewat gol tunggalnya pada masa perpanjangan waktu, tepatnya di menit ke-106.
Para pendukung tetap bersemangat menyanyikan yel-yel dan mengibarkan bendera nasional di tengah cuaca yang cukup terik. Atmosfer pertandingan di tribun kian menegangkan seiring banyaknya peluang gol yang tercipta dari kedua belah pihak.
Ketika wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga, euforia kubu Spanyol tak lagi terbendung. Di sisi lain, fans Argentina berupaya menerima hasil tersebut dengan besar kepala meski tak bisa menyembunyikan rasa kecewa.
"Saya memang sedikit sedih, tetapi tetap bangga dan bahagia untuk seluruh pemain tim Argentina," ujar Romina Gordillo, salah seorang pendukung Argentina dikutip dari nbcsandiego, Senin (20/7).
Sementara itu, penggemar lainnya menilai dinamika di lapangan tetap menyuguhkan hiburan menarik tanpa memandang hasil akhir.
"Saya penggemar Barcelona, jadi siapa pun yang menang tetap menguntungkan bagi saya. Hari ini saya tidak kalah, saya tetap senang," kata Mohamad Shoufan.
Bagi suporter La Furia Roja, trofi ini menjadi penantian panjang yang amat berharga. Terakhir kali Spanyol mencicipi gelar juara dunia adalah pada edisi 2010 silam.
"Sekarang giliran Spanyol. Mereka sudah menjuarai Euro, dan saya menunggu selama dua tahun untuk melihat mereka menjadi juara dunia. Akhirnya waktunya tiba," kata Illusion Bishop, seorang pendukung Spanyol.
Ajang empat tahunan ini juga dipandang sukses menjadi jembatan pemersatu bagi lintas budaya dari berbagai belakangan masyarakat.
"Turnamen ini benar-benar menyatukan semua orang. Berbagai budaya berkumpul bersama. Saat satu tim kalah, mereka tetap bisa menjalin kebersamaan dengan pendukung tim lain. Itu sangat luar biasa," kata Bishop.
Menjelang pembubaran massa di lokasi nonton bareng, persaingan sengit sepanjang turnamen dinilai memberi kesan mendalam bagi para penikmat bola.
"Ini adalah kompetisi yang luar biasa," kata Shoufan.
Pencapaian Spanyol kali ini semakin manis berkat catatan rekor lini pertahanan paling solid sepanjang sejarah Piala Dunia. Skuad asuhan mereka tercatat hanya kebobolan satu gol dalam delapan laga, angka rekor terendah yang pernah diukir oleh tim juara dunia.
Bagi kawasan Chula Vista, momen ini mengukuhkan identitas wilayah San Diego yang kental dengan akulturasi budaya Latin. Lokasinya yang strategis di perbatasan membuat ajang sepak bola internasional selalu mendapat sambutan hangat dari warga lokal.