Catatan Sejarah Ungkap Spanyol Tidak Pernah Menjajah Indonesia

Share

Banyak negara Eropa berdatangan ke kepulauan Nusantara pada era penjelajahan. Portugis menjadi bangsa pertama yang hadir, kemudian disusul oleh Belanda yang menguasai banyak wilayah dalam waktu lama. Dilansir dari Detikcom, catatan sejarah menunjukkan bahwa Spanyol tidak pernah menjajah Indonesia.

Bangsa Spanyol hanya sempat singgah di wilayah Nusantara setelah kedatangan Portugis dan sebelum kehadiran Belanda. Buku Reaktualisasi Semangat Kebangkitan Nasional 1908 oleh Mustikorini S Pd mencatat para penjelajah Spanyol berburu rempah-rempah hingga ke Maluku. Rombongan Eropa yang dipimpin Kapten Joan Sebastian El Cano tersebut tiba pada 8 November 1521.

Kehadiran armada Spanyol mendapat penolakan keras dari bangsa Portugis yang sudah lebih dahulu menetap di Nusantara. Pihak Portugis mulai menekan Spanyol dengan tuduhan telah melanggar Perjanjian Tordesillas.

Spanyol kemudian merancang siasat untuk menghadapi tekanan Portugis. Mereka mendekati Kesultanan Tidore yang memiliki pengaruh besar sekaligus menjadi rival utama Kesultanan Ternate. Langkah mendekati Kesultanan Tidore dilakukan karena Spanyol mengetahui Ternate telah menjalin kerja sama dengan Portugis. Hubungan tersebut disambut baik oleh pihak Tidore.

Kesultanan Tidore akhirnya menjadikan Spanyol sebagai sekutu. Kerja sama ini terjalin karena Tidore sedang bermusuhan dengan Portugis yang disokong oleh Kesultanan Ternate.

Perselisihan Regional dan Perjanjian Saragosa

Keterlibatan dua bangsa Eropa tersebut membuat ketegangan antara Kesultanan Tidore dan Kesultanan Ternate semakin memanas. Perebutan kepentingan memicu perselisihan yang akhirnya dimenangkan oleh Ternate. Kekalahan Tidore berakibat pada tersingkirnya Spanyol dari persaingan dagang rempah-rempah di Nusantara.

Padahal komoditas rempah-rempah saat itu menjadi primadona dalam perdagangan global. Keberadaan bangsa Spanyol di Nusantara resmi berakhir setelah penandatanganan Perjanjian Saragosa pada 1535. Perjanjian ini memaksa armada Spanyol untuk sepenuhnya angkat kaki dari wilayah tersebut.

Perjanjian Saragosa memuat kesepakatan pembagian wilayah operasi perdagangan di timur jauh antara Kerajaan Portugis dan Kerajaan Spanyol. Berdasarkan keputusan ini, Spanyol harus kembali beroperasi di Filipina, sementara Portugis menguasai Maluku.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author