Harga Emas Antam 25 Mei 2026 Naik Rp 30.000 Jadi Rp 2.803.000 Per Gram

Share

Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mengalami kenaikan pada perdagangan awal pekan ini. Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, nilai investasi instrumen ini merangkak naik cukup signifikan.

Pada Senin (25/5/2026), harga emas Antam dipatok sebesar Rp 2.803.000 per gram. Angka tersebut menunjukkan penguatan sebesar Rp 30.000 jika dibandingkan dengan posisi perdagangan kemarin.

Kenaikan ini juga diikuti oleh harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam yang kini berada di level Rp 2.612.000 per gram. Nilai buyback tersebut bertambah Rp 35.000 ketimbang hari sebelumnya.

Pergerakan positif ini sejalan dengan kondisi di pasar internasional yang menunjukkan tren kenaikan harga pagi ini. Pada pukul 07:26 WIB, harga emas dunia di pasar spot terangkat 1,25% ke posisi US$ 4.570,57 per troy ons.

Lompatan harga komoditas ini dipicu oleh munculnya harapan baru terkait perdamaian di kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan tengah mendekati kesepakatan damai guna mengakhiri konflik bersenjata yang pecah sejak akhir Februari lalu.

Bloomberg News memberitakan bahwa kesepakatan tinggal berada di soal pemilihan bahasa. Hanya butuh waktu beberapa hari untuk menyelesaikannya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan bahwa akan ada kabar baik seputar Selat Hormuz dalam beberapa jam ke depan.

"Hubungan kami dengan Iran menjadi lebih produktif dan profesional. Mereka menyadari bahwa tidak bisa mengembangkan atau membeli senjata nuklir maupun bom," cuit Presiden AS Donald Trump di media sosial, akhir pekan lalu.

Sentimen perdamaian di Timur Tengah ini di sisi lain menekan harga minyak mentah global hingga melemah. Pada pukul 07:28 WIB, harga minyak jenis brent anjlok 4,71% ke level US$ 98,66 per barel.

Penurunan ini menjadi momen pertama kalinya harga minyak mentah berada di bawah level US$ 100 per barel sejak 20 April lalu. Terkendalinya harga energi diperkirakan dapat menjauhkan dunia dari ancaman inflasi tinggi.

Kondisi inflasi yang stabil akan memberikan ruang bagi bank sentral di berbagai negara untuk melonggarkan kebijakan moneter. Langkah tersebut biasanya dilakukan melalui pemangkasan suku bunga acuan.

Emas sendiri dikenal sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding asset. Oleh karena itu, menempatkan dana pada emas akan terasa lebih menguntungkan bagi investor ketika suku bunga sedang mengalami penurunan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author