PBNU Tetapkan Logo Muktamar Ke-35 NU Karya Alumnus Pesantren Langitan
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menetapkan logo resmi Muktamar Ke-35 NU hasil rancangan M. Shofa Ulum Azmi, seorang alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur, dalam pengumuman di Jakarta pada Minggu (19/7/2026).
Penetapan visual tersebut memperpanjang jejak kontribusi Pondok Pesantren Langitan yang berdiri sejak tahun 1852 dalam melahirkan kader serta ulama bagi organisasi. Dua tokoh pendiri NU, Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy'ari dan KH Abdul Wahab Chasbullah, tercatat merupakan murid dari Pengasuh periode kedua Ponpes Langitan, KH Ahmad Sholeh.
Desainer logo Muktamar Ke-35 NU M Shofa Ulum Azmi mengungkapkan bahwa ide visual tersebut berawal dari sebuah sketsa sederhana yang berkembang menjadi simbol harmoni kepemimpinan.
"Logo ini berawal dari sketsa kasar yang kemudian membentuk dua lingkaran sebagai konstruksi utamanya. Saya memaknai dua lingkaran itu sebagai simbol Syuriah dan Tanfidziyah yang berjalan selaras dalam mengemban khidmah Nahdlatul Ulama," ujar Shofa.
Penyelesaian desain logo yang merepresentasikan hubungan saling menguatkan layaknya bapak dan anak tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu semalam sebelum akhirnya disempurnakan melalui beberapa tahap penyelesaian akhir.
Tradisi pengabdian di NU diteruskan secara turun-temurun oleh para pengasuh pesantren berikutnya, mulai dari KH Muhammad Khozin, KH Abdul Hadi Zahid, hingga KH Abdullah Faqih yang pernah menjadi Mustasyar PBNU. Saat ini, estafet tersebut dilanjutkan oleh KH Ma'shum Faqih yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBNU.
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU KH Ma'shum Faqih menilai terpilihnya logo ini membuktikan bahwa pesantren di Kecamatan Widang tersebut terus melahirkan kontribusi nyata bagi jam'iyah dalam berbagai bidang, termasuk melalui karya kreatif generasi alumnusnya. Pria yang akrab disapa Gus Ma'shum ini menegaskan khidmah kepada NU tidak selalu diwujudkan melalui jabatan struktur organisasi.
"Khidmah kepada NU tidak selalu diwujudkan melalui jabatan. Karya, pemikiran, inovasi, dan kreativitas yang membawa manfaat bagi organisasi juga merupakan bagian dari pengabdian. Semoga semangat itu terus hidup dan menginspirasi generasi muda nahdliyin," kata Ma'shum.