Parade Persatuan Roxbury Kedelapan Rayakan Warisan Budaya Komunitas Black Boston

Share

Kemeriahan warga menyelimuti perayaan Roxbury Unity Parade kedelapan yang berlangsung pada Minggu di sepanjang jalan kawasan Roxbury untuk merayakan sejarah, warisan budaya, dan solidaritas komunitas tersebut. Rangkaian acara yang dimulai sejak pukul 10.00 waktu setempat ini diawali dengan pesta blok serta upacara penghargaan di luar Madison Park Technical Vocational High School, sebelum iring-iringan parade bergerak dari Malcolm X Boulevard mengelilingi Nubian Square. Pendiri acara yang merintis parade ini sejak 2018, Toy Burton, menyampaikan visinya untuk terus memperluas keterlibatan dunia usaha lokal demi mendukung kemajuan wilayah tersebut pada masa mendatang.

"I [have got to] celebrate those who uplift Roxbury every day, and that’s why we do [the parade]," kata Toy Burton, pendiri parade.

Burton menambahkan bahwa ukuran perayaan saat ini telah berkembang jauh lebih besar dibandingkan penyelenggaraan perdana. "We’re much larger than we were the very first time, but we wanted to have more businesses to join in the parade and to support Roxbury, so we can get even bigger each year," ujar Toy Burton.

Wali Kota Michelle Wu turut hadir mendampingi Burton untuk memberikan apresiasi kepada para pemimpin komunitas yang dinilai luar biasa sebelum menyapa para penerima penghargaan dan berfoto bersama. "We get the chance to celebrate many cultures with festivals and parades in Boston, but this had been one that was missing for a very long time," kata Michelle Wu, Wali Kota Boston.

Wu juga memuji inisiatif Burton dalam membangun gerakan tahunan yang mampu memperkuat momentum kerja sosial yang konsisten berjalan di lingkungan tersebut. "For Toy to step up, build a movement, and create a space for all of us to come together every year is really special. It builds momentum for all the work that happens every day in this community," ujar Michelle Wu. Menurut Wu, parade ini sekaligus menjadi wadah untuk menghormati warisan para tokoh Roxbury yang telah membentuk sejarah Boston, termasuk mendiang Sarah-Ann Shaw selaku jurnalis televisi perempuan Black pertama di Boston yang namanya kini diabadikan sebagai nama perpustakaan lokal.

"If you look at every major movement for justice and change, Boston has played a role in that, and someone from Roxbury has always been driving the progress that we have to keep pushing for," kata Michelle Wu.

Perwakilan Negara Bagian Chynah Tyler yang wilayah pemilihannya mencakup Roxbury juga hadir dan menerima penghargaan Pillar of the Community Award. "So much work goes into making sure that the legacy of Roxbury continues to live, so to be a part of that and to be able to be honored as a part of that, it means a lot to me," kata Chynah Tyler, Perwakilan Negara Bagian. Sejumlah penghargaan lain dinamai berdasarkan tokoh terkenal dari Roxbury, termasuk Michael L.

Bivins Community Hero Award yang pemenangnya dipilih langsung oleh Michael L. Bivins, anggota pendiri New Edition dan Bell Biv DeVoe.

Penghargaan tersebut jatuh kepada Al McClain, seorang pelatih bola basket dan advokat kesehatan mental berusia 66 tahun yang mengabdi di Boston Center for Youth and Families Tobin Community Center.

"I have known Mike [Bivins] since he was 10 years old, so for him to see me as a hero is unbelievable," kata Al McClain, penerima penghargaan. McClain mengungkapkan harapannya agar generasi muda yang menyaksikan parade ini dapat merasakan kebersamaan dan menjaga keamanan jalanan melalui rasa kasih sayang.

"I want the kids in Roxbury today to see this [parade] and take away the love. The camaraderie, the way everyone gets along with one another, pass that on and it’ll make our streets safer," ujar Al McClain. Saat para peserta bersiap untuk berbaris menyusuri rute, McClain menyampaikan antusiasmenya agar perayaan ini terus mengundang lebih banyak massa.

"We want the whole of Roxbury to come out. We want these streets to be crowded," kata Al McClain. Sepanjang parade, warga menyemangati iring-iringan dari tangga depan rumah mereka saat peserta melintasi rute menggunakan trem bersejarah Boston, diiringi penampilan tim tari, grup majoret, serta musik Karibia dari Tempo International Rhythm and Steel band. Anggota Dewan Kota Miniard Culpepper yang melambaikan tangan dari atas mobil di barisan belakang prosesi menyatakan bahwa acara ini merepresentasikan keagungan masyarakat Black di Kota Boston.

"This day is something that I prayed for for years. I always wondered, ‘Why does everyone else have a parade except Roxbury?’ and it felt like there was something missing in our community," kata Miniard Culpepper, Anggota Dewan Kota.

Culpepper merasa doanya selama ini telah terjawab begitu Burton menginisiasi pelaksanaan Roxbury Unity Parade. "When Toy decided to do the Roxbury Unity Parade, I felt like my prayer was answered," ujar Miniard Culpepper. Di samping Culpepper, Antonia Edwards yang bertugas sebagai paralegal sekaligus anggota gugus tugas kompensasi kota menilai parade ini merefleksikan identitas mendalam wilayahnya.

"Roxbury is the heartbeat of the Blackness in Boston," kata Antonia Edwards, anggota gugus tugas kompensasi kota.

Culpepper menegaskan kembali bahwa kekuatan utama Roxbury bertumpu pada keberagaman dan sejarah panjang mereka dalam menyambut pendatang baru dengan keterbukaan. "If you wonder why Roxbury is so diverse, it’s because whoever comes to Roxbury, we receive them with open arms and love," kata Miniard Culpepper.

Ia mengklaim bahwa dalam hal keberagaman, wilayah Roxbury selalu menjadi pemimpin di lingkup Kota Boston. "Roxbury has always led the city of Boston in diversity, always," ujar Miniard Culpepper.

Ketika ditanya mengenai arti penting parade ini bagi seluruh elemen komunitas, Culpepper merangkumnya secara singkat. "Roxbury is love," kata Miniard Culpepper.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author