Bupati Buleleng Minta Warga Tidak Berspekulasi Soal Bandara Bali Utara

Share

Pemerintah Kabupaten Buleleng mengimbau masyarakat untuk tidak membangun opini atau berspekulasi mengenai proyek pembangunan Bandara Bali Utara. Imbauan ini disampaikan karena pemerintah pusat belum mengeluarkan keputusan final terkait rencana proyek strategis tersebut.

Seperti dilansir dari Detik Travel pada Minggu (19/7/2026), Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menjelaskan bahwa proses pembahasan masih berjalan. Pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali serta Kementerian Perhubungan untuk menunggu kepastian resmi.

Sutjidra juga menanggapi langkah Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali dan tokoh masyarakat yang menyampaikan aspirasi langsung ke Kantor Staf Kepresidenan di Jakarta. Ia menegaskan bahwa agenda audiensi tersebut digelar tanpa keterlibatan Pemkab Buleleng.

"Kami baru tahu dari media. Sampai saat ini tidak ada koordinasi maupun pelibatan Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam audiensi ke Kepala Staf Presiden," kata Sutjidra, Minggu (19/7/2026) dikutip dari detikBali.

Meskipun demikian, Pemkab Buleleng memastikan tetap berkomitmen penuh mendukung pengembangan sistem transportasi daerah. Langkah ini ditempuh melalui jalur koordinasi resmi yang telah dibangun bersama pemerintah pusat.

Sebelumnya, rapat koordinasi telah digelar bersama Menteri Perhubungan serta jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Laut, dan Udara. Menteri Perhubungan bahkan telah meninjau langsung beberapa lokasi potensial di wilayah Buleleng.

Pemerintah pusat menetapkan pembukaan dan peningkatan akses jalan menuju kawasan Bali Utara sebagai prioritas utama sebelum pembangunan fasilitas bandara dimulai. Peningkatan aksesibilitas ini direncanakan membentang dari Gilimanuk menuju Pantai Utara hingga Karangasem, termasuk akses ke Bali selatan.

"Pak Menteri Perhubungan juga sudah sepakat bahwa akses itu akan dibangun dulu sebelum ada bandara," ujarnya.

Kajian teknis saat ini berfokus pada efisiensi waktu tempuh antarbandara. Kementerian Perhubungan tengah mempertimbangkan opsi pelebaran jalan eksisting hingga skema pembangunan jalan tol baru.

"Masih dalam kajian kementerian, kemungkinan ada pelebaran jalan, dan kemungkinan juga perlu jalan tol agar waktu tempuh memenuhi ketentuan," kata Sutjidra.

Atas dasar kajian yang masih berjalan, Pemkab Buleleng meminta warga bersabar dan tidak terpengaruh isu lokasi bandara, baik di darat maupun laut.

"Kalau belum ada keputusan resmi, masyarakat kami minta bersabar dan tidak membuat opini-opini yang nantinya justru bisa merugikan masyarakat sendiri," ujar Sutjidra.

Sebelumnya, kelompok tokoh masyarakat yang tergabung dalam Paiketan Puri-Puri Se-Jebag Bali (P3SB) bersama perwakilan warga Kubutambahan menagih janji pembangunan bandara tersebut ke Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author