Pau Cubarsi Soroti Sosok Laporte dan Lionel Messi Jelang Final Piala Dunia

Share

Menjelang laga pamungkas Piala Dunia, bek muda tim nasional Spanyol, Pau Cubarsi, menyoroti peran penting rekan duetnya di lini belakang, Emerick Laporte, serta mengagumi sosok bintang Argentina, Lionel Messi. Pemain berusia 19 tahun tersebut mencatatkan sejarah sebagai bek termuda kedua yang tampil di final turnamen ini setelah Giuseppe Bergomi.

Tembok pertahanan Spanyol yang kokoh sepanjang turnamen tidak lepas dari kerja sama apik antara Cubarsi dan Laporte. Bek Athletic Bilbao berusia 32 tahun tersebut dinilai memberikan rasa aman di lini belakang Timnas Spanyol.

Media Mundo Deportivo melaporkan wawancara Cubarsi bersama stasiun TV3 mengenai kemitraannya di lini pertahanan bersama Laporte.

"Piala Dunia adalah turnamen besar pertama yang kami ikuti bersama sebagai bagian dari susunan pemain inti. Saya merasa sangat nyaman bermain di sampingnya, dan saya rasa kami berdua merasa sangat nyaman," kata Pau Cubarsi, bek Tim Nasional Spanyol.

Kemampuan serta karakteristik Laporte di lapangan juga dinilai memiliki kemiripan dengan rekan setim Cubarsi lainnya di level klub.

"Saya memang sudah diberitahu bahwa Laporte mirip dengan Iñigo Martínez. Keduanya berasal dari wilayah Basque, bermain di sisi kiri pertahanan, dan memiliki karakteristik serupa serta kepribadian yang kuat. Saya pernah bermain bersama Iñigo di sini, jadi saya bisa membayangkan diri saya bermain bersama Laporte juga," ujar Pau Cubarsi, bek Tim Nasional Spanyol.

Selain fokus pada pertahanan timnya, Cubarsi turut memberikan perhatian khusus kepada striker Argentina, Julián Álvarez, yang dianggap memiliki ancaman besar bagi lini belakang.

"Dia pemain yang sangat terampil, bisa bergerak di ruang kosong, juga bisa mundur untuk menerima bola, dan memiliki tendangan yang luar biasa. Kamu harus selalu waspada dan dekat dengannya, karena dia mampu membahayakanmu kapan saja," kata Pau Cubarsi, bek Tim Nasional Spanyol.

Pemain muda tersebut juga tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena berkesempatan bertanding melawan sosok yang menjadi idola masa kecilnya.

"Dulu saya punya kaos bertuliskan nama Neymar dan Piqué, tapi Messi selalu ada di sana, dan dia adalah salah satu panutan utama saya," ujar Pau Cubarsi, bek Tim Nasional Spanyol.

Pertemuan di laga puncak ini menjadi momen yang sangat berharga bagi karier profesional bek muda tersebut.

"Saya dan seluruh penggemar Barcelona memiliki perasaan yang sangat istimewa terhadap Lionel Messi. Bisa berbagi lapangan dengannya di usia saya saat ini, itu adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya," kata Pau Cubarsi, bek Tim Nasional Spanyol.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author