Dokter Olahraga Ingatkan Bahaya Langsung Latihan Berat Setelah Bangun Tidur
Aktivitas fisik di pagi hari kerap menjadi pilihan karena ampuh menjaga kebugaran tubuh. Namun, kondisi fisik yang baru saja terjaga dari tidur tidak boleh langsung dipaksa untuk melakukan latihan berat atau berlari cepat.
Fase transisi dari istirahat menuju aktif membuat organ tubuh membutuhkan waktu adaptasi. Memaksakan olahraga berintensitas tinggi secara mendadak berisiko memicu cedera dan mengganggu kesehatan kardiovaskular, seperti yang dilansir dari Detik Health.
Secara umum, olahraga ringan melibatkan intensitas rendah yang ditandai dengan kenyamanan bernapas saat berbicara. Contoh aktivitas ini meliputi jalan santai, yoga, sepeda relaksasi, peregangan dinamis, hingga jogging dengan tempo lambat.
Sebaliknya, olahraga berat memicu lonjakan detak jantung dan frekuensi napas sehingga sulit untuk berbicara dalam kalimat lengkap. Jenis latihan intensitas tinggi ini mencakup sprint, berenang cepat, lompat tali, dan angkat beban berat.
Ketika baru terjaga, tubuh mengalami perubahan sirkulasi darah serta peningkatan hormon kortisol secara alami. Melakukan aktivitas berat tanpa persiapan matang akan membebani kerja jantung secara mendadak, terutama bagi penderita hipertensi.
Spesialis kedokteran olahraga dan ahli bedah orthopedi Dr David Geier mengatakan tubuh memerlukan persiapan ketika baru bangun tidur.
"Secara umum, hal yang penting adalah tubuh Anda membutuhkan semacam aktivasi, semacam masa pemanasan, agar siap untuk berolahraga setelah bangun tidur," katanya.
Latihan intens tanpa pemanasan saat otot masih kaku dapat meningkatkan risiko cedera tendon dan sendi. Kurangnya adaptasi aliran darah setelah tidur juga memicu keluhan pusing serta mual, terutama jika tubuh mengalami dehidrasi.
Meski demikian, kebiasaan berolahraga pagi secara konsisten terbukti memberikan dampak positif jangka panjang bagi metabolisme. Riset dalam American College of Cardiology Scientific Session 2026 pada 14.000 orang mengonfirmasi penurunan risiko penyakit jantung koroner dan diabetes.
Data dari Meta analisis di Journal of Sports Science and Medicine tahun 2024 turut menegaskan peran krusial pemanasan. Latihan persiapan yang tepat terbukti meningkatkan performa fisik sekaligus menekan potensi cedera secara signifikan saat berolahraga.