Emiliano Martinez Kawal Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Share

Penjaga gawang Tim nasional Argentina Emiliano Martinez bersiap mengawal timnya menghadapi Spanyol pada pertandingan final Piala Dunia 2026 di Stadion New York/New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB.

Kiper utama Albiceleste tersebut dilaporkan bersedia mempertaruhkan kesehatannya demi mempertahankan gelar juara dunia meskipun tengah mengalami cedera patah jari manis di tangan kanannya sejak bulan Mei lalu.

Dilansir dari Vietnam.vn, cedera tersebut didapat Martinez saat pemanasan final Liga Europa bersama Aston Villa, namun ia memilih perawatan konservatif tanpa operasi demi menghindari absen di Piala Dunia.

Martinez sempat tidak bisa berpartisipasi penuh dalam latihan selama fase grup dan baru kembali berlatih normal setelah babak 16 besar sebelum akhirnya sukses membantu Argentina menembus partai puncak.

Keberhasilan Argentina ke final sempat dicap memiliki jalur yang mudah setelah berturut-turut mengatasi Aljazair, Austria, Yordania, Cape Verde, Mesir, Swiss, dan Inggris, namun Martinez membantah anggapan tersebut.

"Ada yang bilang kami mendapat jalan mudah menuju final? Kami tidak memilih lawan-lawan kami kok," kata Martinez dalam konferensi pers-nya.

Martinez menjelaskan bahwa peta persaingan di turnamen ini sangat dinamis, di mana Portugal yang awalnya berpotensi menjadi lawan mereka justru tersingkir lebih awal setelah Kolombia mendominasi grup dan Swiss kemudian mengalahkan Kolombia.

"Misalnya, kami bisa saja melawan Portugal di perempatfinal, tapi Kolombia mendominasi pertandingan melawan Portugal (di akhir fase grup). Lalu Swiss bisa mengalahkan Kolombia, dan akhirnya kami yang harus berhadapan dengan Swiss. Pertandingan melawan mereka sangat sulit," katanya.

Selain ketangguhan Martinez, lini pertahanan Argentina diperkuat kedalaman skuad yang luar biasa karena membawa tiga kiper yang seluruhnya berstatus juara kompetisi Eropa dari tiga liga berbeda, yakni Martinez, Geronimo Rulli, dan Juan Musso.

Menghadapi tekanan berat sebagai juara bertahan, Martinez mengaku tetap termotivasi untuk mengulang kesuksesan yang pernah diraihnya pada Piala Dunia 2022 di Qatar.

"Saya tahu apa artinya ini bagi negara saya. Ketika kami memenanginya, itu adalah sebuah pengalaman yang tidak seperti apa pun yang pernah saya lihat sebelumnya," ujar Martinez, dikutip dari Sportskeeda.

Dilansir dari Suaramerdeka.com, laga ini menjadi pembuktian besar mengingat rekor pertemuan kedua negara sangat berimbang dengan masing-masing mengoleksi enam kemenangan dan dua hasil imbang.

Martinez menegaskan dirinya memilih untuk fokus menikmati pertandingan final ini daripada terbebani oleh ekspektasi publik yang besar.

"Saya merasa sangat tenang. Seorang kiper lebih dari sekadar penyelamatan. Yang penting adalah menikmati momen saat ini, karena itu akan dikenang seumur hidup," kata penjaga gawang Aston Villa tersebut.

Tekanan di kubu Argentina memang dinilai lebih tinggi karena Spanyol tampil sangat impresif sepanjang turnamen dengan status tidak terkalahkan dan baru kebobolan satu gol hingga mencapai final.

"I feel very calm. A goalkeeper is more than just saves. It's about the message before the game, the way you come off your line, the peace of mind you can give," kata Martinez, dilansir dari AS Diario.

Kiper berusia 33 tahun itu mengakui pencapaian besar yang telah diraih oleh generasi emas Argentina saat ini sering kali membuatnya merasa emosional secara pribadi.

"Sometimes I cry alone thinking about what we have achieved. The important thing is to enjoy the present moment, because it will be remembered for life," ujarnya.

Di sisi lain, Martinez mengakui rasa sakit pada jarinya masih membekas menjelang laga krusial menghadapi Tim Matador.

"Saya tahu tangan saya akan sakit, tetapi saya mencoba menghindari operasi," ujar kiper Argentina itu sebelum final.

Pertandingan final Piala Dunia 2026 dijadwalkan kick-off pada pukul 02.00 WIB sekaligus menjadi penentu bagi Argentina untuk menjadi negara ketiga yang meraih gelar juara beruntun setelah Italia dan Brasil.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author