Gerard Pique Jagokan Lamine Yamal Bersinar di Final Piala Dunia
Mantan bek Barcelona Gerard Pique menyatakan keyakinannya bahwa penyerang muda Spanyol Lamine Yamal siap menghadapi tekanan besar dalam pertandingan final Piala Dunia melawan Argentina pada hari Minggu.
Kesiapan mental pemain sayap berusia 19 tahun tersebut dinilai sudah teruji di level tertinggi sepak bola profesional. Lini serang skuad asuhan Luis de la Fuente akan bertumpu pada talenta muda Barcelona ini demi meraih gelar juara dunia.
Pujian terhadap Yamal terus mengalir dari berbagai tokoh besar sepak bola sepanjang pekan ini, termasuk Lionel Messi, Lionel Scaloni, Xavi Hernandez, hingga pelatih kepala timnas Spanyol. Pique kini turut memberikan pandangannya mengenai kapasitas sang pemain di panggung tertinggi.
"Lamine Yamal is very young, but I think he’s had an early start to life and has had to deal with and adapt to many situations." kata Gerard Pique, Mantan Bek Barcelona.
Pique menilai kedewasaan Yamal terbentuk lebih cepat karena situasi yang dihadapinya sejak usia dini. Hal ini dianggap menjadi modal penting bagi sang pemain untuk mengatasi atmosfer partai final.
"I think this has made him mature faster and prove that he’s ready to face situations like Sunday’s final. It might be difficult for a 19-year-old, under such immense pressure, to cope with it all." tutur Gerard Pique, Mantan Bek Barcelona.
Menurut Pique, tekanan masif tersebut justru menjadi ruang kenyamanan tersendiri bagi pemain bernomor punggung muda itu karena karakteristik permainannya yang unik.
"But I don’t think Lamine has any trouble with it; in fact, I think he enjoys it. I believe he’s a special and unique talent, and let’s hope he’s crowned world champion on Sunday." ucap Gerard Pique, Mantan Bek Barcelona.
Ia juga mengajak publik untuk menikmati talenta luar biasa yang ditunjukkan oleh Yamal sepanjang turnamen ini berlangsung.
"Let’s enjoy watching Lamine; he’s a truly unique and exceptional talent, and let’s hope he becomes world champion on Sunday," ujar Gerard Pique, Mantan Bek Barcelona.
Selain membahas prospek masa depan Yamal, Pique turut mengomentari kiprah mantan rekan setimnya di Barcelona, Lionel Messi, yang memimpin tim nasional Argentina. Messi berpeluang mencatatkan sejarah dengan memenangi trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
"If Leo wins the title, it would be a fantastic story for him to win it twice in a row. Perhaps many people didn’t expect that because Leo was getting on in years." kata Gerard Pique, Mantan Bek Barcelona.
Spanyol sendiri pernah merasakan gelar juara dunia pada tahun 2010 silam, yang disebut Pique sebagai salah satu momen terbaik dalam karier sepak bolanya.
"Spain already won it in 2010 – it was one of the most wonderful experiences of my career – and winning it again would be a great achievement for the country." ucap Gerard Pique, Mantan Bek Barcelona.
Terkait strategi untuk menghentikan pergerakan kapten Argentina tersebut, Pique mengakui bahwa tidak ada metode pertahanan yang benar-benar sempurna di lapangan hijau.
"He’s extraordinary. It doesn’t matter if you mark him with one, two or three players." tutur Gerard Pique, Mantan Bek Barcelona.
Pique menambahkan bahwa Messi selalu memiliki kemampuan taktis untuk membongkar pertahanan lawan dalam situasi apa pun.
"He will find a way to unsettle the opposition’s defence and create an advantage for his team, whether with a decisive pass, a goal or by leaving a teammate unmarked," kata Gerard Pique, Mantan Bek Barcelona.