KAI Kelola 12.856 Sarana Kereta untuk Jaga Layanan Transportasi
Kereta api menjadi moda transportasi umum yang sangat diandalkan masyarakat untuk perjalanan dalam kota, antar kota, hingga angkutan logistik.
Dikutip dari Detik Finance, PT Kereta Api Indonesia sejauh ini mengelola sebanyak 12.856 unit sarana kereta api untuk memenuhi kebutuhan operasional.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan sarana menjadi salah satu unsur utama dalam menjaga kapasitas dan keandalan sistem transportasi berbasis rel.
"Mobilitas masyarakat dan distribusi logistik memerlukan kesiapan sarana dalam jumlah yang memadai. Setiap lokomotif, KRL, kereta, gerbong, dan KRDE/I memiliki fungsi yang saling melengkapi untuk menjaga pelayanan tetap selamat, andal, dan sesuai dengan kebutuhan," ujar Anne dalam keterangannya, Minggu (19/7/2026).
Fungsi dari masing-masing sarana tersebut saling melengkapi guna mendukung kelancaran operasional harian.
Lokomotif bertugas sebagai tenaga penarik, sementara kereta digunakan untuk pelayanan penumpang, dan gerbong disiapkan guna mendistribusikan komoditas barang.
Di area perkotaan dan aglomerasi, KRL serta KRDE/I menjadi penopang utama pelayanan sesuai dengan karakteristik operasinya.
Perbedaan fungsi operasional ini ikut menentukan kebutuhan awak, susunan rangkaian, pola pemeriksaan, hingga fasilitas pendukung.
Peningkatan sarana ini berjalan seiring lonjakan volume penumpang yang memanfaatkan transportasi publik berbasis rel.
Pada Semester I 2026, KAI Group mencatat telah melayani 258.993.359 pelanggan, atau meningkat 7,55% dibandingkan Semester I 2025 yang mencapai 240.805.920 orang.
"Pertumbuhan pelanggan perlu diikuti dengan kesiapan kapasitas yang terencana. Ketersediaan sarana, keandalan teknis, fasilitas perawatan, serta kesinambungan pembaruan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat," kata Anne.
Pada ceruk angkutan logistik, KAI membukukan volume angkutan barang sebesar 32.498.043 ton sepanjang Semester I 2026.
Sektor angkutan barang didominasi oleh batu bara sebanyak 26.534.095 ton, sedangkan komoditas non batu bara mencapai 5.963.948 ton.
Komoditas non batu bara tersebut mencakup pengiriman semen, bahan bakar minyak, peti kemas, komoditas curah, hasil perkebunan, general cargo, hingga paket.
Sebelum dioperasikan, setiap sarana wajib melewati proses pemeriksaan ketat demi memenuhi aspek teknis, keselamatan, dan kelayakan operasi.
Perawatan rutin unit kereta dijalankan secara berkala mengacu pada waktu operasi, jarak tempuh, dan kondisi komponen.
Proses pemeliharaan sarana dilakukan di depo untuk pemeriksaan harian, serta di Balai Yasa untuk perbaikan berkala berskala besar.
| Jenis Sarana | Jumlah Unit | Persentase |
|---|---|---|
| Gerbong | 8.907 | 69,28% |
| Kereta | 2.238 | 17,41% |
| KRL | 1.064 | 8,28% |
| Lokomotif | 551 | 4,29% |
| KRDE/I | 96 | 0,75% |