Konflik AS-Iran Ganggu Penerbangan di Teluk dan Arab Saudi
Eskalasi pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran kembali mengganggu jalur penerbangan di kawasan Teluk pada Minggu (19/7/2026). Dampaknya, sejumlah maskapai internasional terpaksa membatalkan dan merombak jadwal penerbangan menuju Kuwait serta Arab Saudi. Ketegangan antara Washington dan Teheran dilaporkan kembali mencuat sejak 7 Juli 2026 lalu.
Kedua belah pihak saling melempar tuduhan terkait pelanggaran kesepakatan gencatan senjata yang akhirnya runtuh akibat maraknya serangan di wilayah Iran dan Teluk. Dilansir dari Detik Travel, ancaman rudal dan drone yang terjadi berulang kali memicu penutupan sementara wilayah udara. Hal ini berdampak langsung pada operasional beberapa maskapai penerbangan besar di Timur Tengah.
Maskapai Emirates membatalkan delapan penerbangan rute Dubai-Kuwait pp pada hari Minggu, meliputi nomor penerbangan EK853, EK855, EK857, EK859, EK854, EK856, EK858, dan EK860. Sementara itu, Etihad Airways turut membatalkan layanan EY653 dan EY654 rute Abu Dhabi-Kuwait pp untuk jadwal 19 dan 20 Juli.
Gangguan juga melanda Air Arabia yang membatalkan penerbangan rute Sharjah-Kuwait pp (G9068, G9124, G9121, G9069, G9125) serta rute Abu Dhabi-Kuwait pp (3L020, 3L022, 3L021). Di sisi lain, Flydubai membatalkan penerbangan FZ811 dari Dubai menuju Abha, Arab Saudi, sedangkan rute sebaliknya tetap berjalan sesuai jadwal. Penangguhan operasional lepas landas dan pendaratan di Bandara Internasional Kuwait pada Sabtu sebelumnya memaksa Kuwait Airways menjadwal ulang mayoritas penerbangan komersial mereka. Langkah serupa diadopsi oleh Jazeera Airways yang mengonfirmasi bahwa penutupan wilayah udara Kuwait mengganggu jadwal penerbangan mereka, sehingga penumpang diminta bersiap lebih awal.