PV Sindhu Juarai Japan Open 2026 Usai Taklukkan Akane Yamaguchi

Share

Pebulu tangkis tunggal putri India PV Sindhu sukses menjuarai turnamen DAIHATSU Japan Open 2026 setelah menumbangkan wakil tuan rumah Akane Yamaguchi pada hari Minggu, 19 Juli 2026. Bertanding di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Tokyo, Jepang, atlet berusia 31 tahun tersebut membungkam Yamaguchi dalam dua gim langsung dengan skor kembar 21-17, 21-17. Kemenangan di turnamen BWF Super 750 ini sekaligus mengakhiri paceklik gelar juara internasional bagi Sindhu yang telah berlangsung selama hampir dua tahun.

Dilansir dari olympics.com, hasil ini merupakan gelar BWF World Tour keenam bagi Sindhu sepanjang kariernya, sekaligus menjadi piala pertamanya sejak turnamen Syed Modi International pada tahun 2024.

Sindhu yang kini menempati peringkat ke-10 dunia mengawali gim pertama dengan keunggulan 3-0, sebelum Yamaguchi bangkit dan sempat memimpin 11-9 di interval gim. Selepas jeda, sebuah reli panjang sebanyak 36 pukulan berhasil dimenangi Sindhu untuk menyamakan kedudukan, hingga akhirnya ia mengamankan gim pertama.

Memasuki gim kedua, Sindhu terus menekan dan memimpin jalannya laga, hingga sebuah permintaan tantangan (challenge) dari Sindhu di poin krusial memastikan kemenangan atas sang rival. Keberhasilan ini menjadi modal krusial bagi Sindhu yang menargetkan medali pada Kejuaraan Dunia BWF di New Delhi bulan depan, serta menjelang persiapan Los Angeles Olympics 2028.

"Very very happy, just out of words," kata Pusarla Venkata Sindhu. Pebulu tangkis India tersebut meluapkan emosinya setelah berjuang keras memenangi reli-reli panjang demi mengamankan podium tertinggi. "It was 19 months since I won (Syed Modi International, Super 300), and this was very important for me, because coming to the final is one thing, but to win and stand on the podium getting that gold is a different thing altogether," ujar Pusarla Venkata Sindhu.

Sindhu juga mengungkapkan pentingnya menjaga ketenangan dan fokus di lapangan agar tidak melakukan kesalahan fatal saat menghadapi pemain papan atas dunia.

"You never know what will happen. Even though I was leading, I was making mistakes. So it was important for me to stay calm and focus on each point," tutur Pusarla Venkata Sindhu.

Mantan juara dunia 2019 tersebut menambahkan bahwa ia harus mempertahankan agresivitas sepanjang pertandingan. "It was important for me to stay positive all the time. With the top players you can’t take it easy.

It was important to maintain the same aggressiveness. I couldn’t control my emptions at the end. There were some long rallies, and I won some of those big rallies, and that was important," ucap Pusarla Venkata Sindhu.

Kemenangan di Tokyo ini diakui Sindhu sangat emosional karena ia terus bekerja keras di tengah keraguan banyak orang.

"This one was very important because playing in finals is one thing, but winning and getting that gold is a different thing altogether," jelas Pusarla Venkata Sindhu. Ia merasa senang karena hasil kerja kerasnya berbuah positif dan menaikkan rasa percaya dirinya.

"I’m happy that I’m on the positive side. This gives me a lot of confidence," sebut Pusarla Venkata Sindhu. Air mata kebahagiaan pun sempat menetes karena gelar ini merupakan pembuktian atas keyakinan dirinya.

"I had tears in my eyes because it was really important to me," kata Pusarla Venkata Sindhu. Sindhu menegaskan bahwa ia terus berfokus pada peningkatkan performa dirinya sendiri secara konsisten. "I am working hard and focusing hard on myself," tambah Pusarla Venkata Sindhu.

Keyakinan yang kuat menjadi kunci utama bagi Sindhu untuk melewati masa-masa sulit dalam kariernya.

"I kept believing that I could do it, even though a lot of people were wondering what was happening," tegas Pusarla Venkata Sindhu. Di sisi lain, Akane Yamaguchi yang merupakan juara Japan Open empat kali mengakui keunggulan lawannya dalam pertandingan final tersebut. "I am so upset," aku Akane Yamaguchi.

Yamaguchi menyatakan bahwa kelelahan setelah menjalani dua laga sengit di babak sebelumnya menghambat pergerakannya.

"I have no injury, but I was just little bit tired because I had long matches earlier, so I could not play fast. I tried to make points from my defense, but her attack was very good. My play wasn’t good enough today.

Sindhu played very well, she was very aggressive, and her smash was strong," pungkas Akane Yamaguchi. Kemenangan ini mencatatkan rekor pertemuan ke-16 bagi PV Sindhu dalam 30 pertandingan melawan Akane Yamaguchi sepanjang sejarah rivalitas kedua pelompat kok tersebut.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author