Bunda Wajib Tahu 7 Pilihan Dongeng Sebelum Tidur untuk Anak

Share

Membacakan dongeng sebelum tidur memberikan banyak dampak positif bagi buah hati, terutama pada aspek kognitif serta kemampuan berbahasa. Kementerian Kesehatan RI mendefinisikan dongeng sebagai bentuk kisah lisan berupa cerita imajiner yang tidak benar-benar terjadi, baik bagi penutur maupun pendengarnya, seperti dikutip dari HaiBunda. Aktivitas ini tidak sekadar menjadi hiburan, melainkan juga menstimulasi perkembangan bicara anak sekaligus mempererat ikatan emosional antara orang tua dan anak.

Psikoanalis Bruno Bettelheim dalam bukunya yang berjudul The Uses of Enchantment: The Meaning and Importance of Fairy Tales menerangkan bahwa proses belajar tidak langsung lewat karakter dongeng sangat krusial, khususnya saat anak menghadapi kecemasan atau ketakutan pribadi.

Metode ini memfasilitasi anak untuk mengurai konflik batin di lingkungan yang aman dan selaras dengan tahapan usia mereka tanpa merasa terbebani. Representasi visual dari dongeng tersebut sejalan dengan mekanisme imajinasi anak, sehingga adaptif dengan fase pertumbuhan mereka.

Peneliti dari National Institute of Child Health and Human Development, G. Reid Lyon, Ph.D, menambahkan bahwa peningkatan keterampilan logika dan reduksi stres juga menjadi dampak signifikan yang nyata. "Ada indikasi yang jelas tentang perbedaan neurologis antara anak-anak yang secara teratur dibacakan cerita dan yang tidak. Jadi kebiasaan ini sangat baik dilakukan secara rutin," ujar Lyon.

1. Putri Salju dan 7 Kurcaci

Di sebuah kerajaan yang jauh, hiduplah Putri Salju yang berhati mulia dan berparas cantik, dengan kulit seputih salju dan bibir semerah mawar. Ia tinggal bersama ibu tirinya, Sang Ratu, yang memiliki cermin ajaib dan selalu bertanya siapa sosok paling cantik di kerajaan. Ketika Putri Salju beranjak dewasa, cermin ajaib menyatakan bahwa sang putri telah mengalahkan kecantikan Sang Ratu, yang memicu kemurkaan ibu tirinya.

Sang Ratu memerintahkan seorang pemburu untuk membuang Putri Salju ke hutan belantara, namun pemburu yang iba memilih melepaskannya.

"Larilah dan jangan pernah kembali ke istana. Sang Ratu tidak boleh menemukanmu," ungkap pemburu tersebut. Putri Salju kemudian menemukan pondok milik tujuh kurcaci yang bekerja di pegunungan batu permata dan diizinkan tinggal bersama mereka. Namun, Sang Ratu mengetahui keberadaan tersebut lewat cermin ajaib lalu menyamar menjadi wanita tua untuk memberikan apel beracun.

Setelah memakan apel itu, Putri Salju tidak sadarkan diri hingga para kurcaci yang berduka menempatkannya di peti kaca di tengah hutan.

Seorang pangeran yang melintas kemudian mencium kening Putri Salju, yang seketika menghancurkan mantra sihir jahat tersebut. "Ikutlah denganku. Kau akan aman di istanaku dan tak perlu takut lagi," ungkap pangeran.

Putri Salju akhirnya hidup bahagia bersama sang pangeran, sementara Ratu Jahat lenyap selamanya karena sihirnya hancur.

2. Putri Kaguya dan Kaisar

Berdasarkan buku Dongeng Princess 5 Benua oleh Rifka RN, seorang kakek pengrajin bambu menemukan anak perempuan mungil di dalam pangkal bambu yang bersinar. Anak tersebut dirawat hingga tumbuh menjadi gadis jelita bernama Putri Kaguya, yang kehadirannya selalu mendatangkan keberuntungan berupa temuan emas di dalam bambu. Saat dewasa, Putri Kaguya menolak semua pelamar dengan mengajukan syarat barang-barang yang mustahil dipenuhi, termasuk menolak bertemu kaisar dari kerajaan seberang.

Saat musim gugur, Putri Kaguya akhirnya mengaku kepada kaisar bahwa ia sebenarnya adalah makhluk bulan yang sedang menjalani hukuman di bumi.

Kaisar mengirim pasukan untuk melindunginya dari jemputan makhluk bulan pada tanggal 15 September, namun kekuatan tersebut tidak mampu membendung kedatangan mereka. Sebagai tanda cinta, Putri Kaguya memberikan ramuan hidup kekal kepada kaisar sebelum dirinya dibawa kembali ke bulan. Kaisar yang berduka memilih membakar ramuan itu di puncak Gunung Fuji, yang konon memicu asap abadi sebagai simbol cinta mereka.

3. Putri Hase Hime dan Ibu Tiri

Di Kota Nara, seorang putri bernama Hase Hime lahir setelah raja dan permaisuri berziarah serta berdoa secara khusuk di Kuil Hase-no-Kwannon.

Ketika berusia 5 tahun, permaisuri jatuh sakit keras dan berpesan agar Hase Hime tetap menghormati ibu barunya jika sang raja menikah lagi. Raja kemudian menikah lagi dengan seorang wanita yang memiliki sifat kejam serta egois, namun Hase Hime tetap menjaga rasa hormatnya.

Hase Hime tumbuh menjadi gadis berbakat dalam seni musik koto, hingga performanya di Festival Sakura memicu rasa iri dari sang ibu tiri. Ibu tiri tersebut berniat meracuni Hase Hime agar anak kandungnya mendapat perhatian penuh, namun ia keliru memberikan gelas beracun kepada anak lakilakinya sendiri hingga tewas.

4. Putri Buruk Rupa dan Pangeran Tampan

Dikutip dari buku 101 Dongeng Seru Sebelum Bobok karya Fitri Haryani Nasution, seorang putri dengan wajah penuh bintik merah tinggal sendiri di hutan karena diusir oleh warga desa. Suatu hari, seorang pangeran yang sedang berburu menemukan putri tersebut sedang mengobati seekor rusa yang terluka akibat anak panahnya. "Siapakah kau? Kenapa tinggal di sini?"

"Orang-orang memanggilku Putri Buruk Rupa. Aku tinggal di sini karena tidak ada yang menerima kehadiranku di desa. Rusa yang kalian lukai ini adalah temanku. Aku mohon kepada kalian agar melepaskannya," pinta sang Putri.

"Baiklah. Aku akan melepaskannya. Namun, aku punya permintaan sebagai gantinya.

Kau harus ikut bersama kami ke istana," ucap sang Pangeran. Pangeran membawa putri tersebut ke istana karena kagum dengan ketulusan hatinya, bukan karena penampilan fisiknya. "Kenapa kau tidak merasa jijik padaku?" tanya sang Putri.

"Aku tidak melihat rupamu. Aku melihat kebaikan hatimu," jawab sang Pangeran.

"Terima kasih, Pangeran." Seketika, bintik merah di wajah putri lenyap berkat bantuan seorang peri yang mengakhiri ujian ketulusan hati sang putri.

5. Syal Biru Muda

Merujuk pada buku Kumpulan Kisah Pangeran dan Putri Kerajaan Islam oleh Muyassaroh, Putri Aisha sangat sedih karena kehilangan syal biru muda kesayangannya. Raja Sulaiman mengadakan sayembara dengan hadiah sekantong emas dan permata bagi siapa saja yang berhasil menemukan syal tersebut.

"Siapa pun yang bisa menemukan syal kesayangan Putri Aisha dia akan mendapatkan sekantong emas dan permata," ucap sang raja tanpa ragu. Banyak warga membawa syal serupa, namun Putri Aisha berulang kali berkata, "Tapi, ini bukan syal milikku,". Seorang nenek akhirnya membawa syal yang tepat, namun menolak hadiah emas dan hanya meminta izin untuk memiliki syal itu demi cucunya.

Putri Aisha memberikannya dengan ikhlas, yang kemudian dipuji oleh Raja Sulaiman karena meneladani sifat Rasulullah saw. yang gemar memberi barang tercinta.

"Aisha juga mau seperti Rasulullah!".

6. Aurora Putri Tidur

Kelahiran Putri Aurora dirayakan dengan mengundang tujuh penyihir baik, namun penyihir jahat datang tanpa undangan dan melempar kutukan bahwa sang putri akan tewas tertusuk jarum pemintal saat dewasa.

Penyihir ketujuh meringankan kutukan tersebut sehingga Aurora hanya akan tertidur selama seratus tahun dan terbangun oleh pertolongan seorang pangeran. Kutukan menjadi nyata saat Aurora berusia 16 tahun dan jarinya tertusuk jarum di sebuah rumah tua, membuat seluruh isi istana ikut tertidur.

Seratus tahun kemudian, Pangeran Adolf datang mengalahkan naga jelmaan penyihir jahat dan memasuki kamar tempat Aurora terbaring. Kutukan lenyap seketika setelah pangeran menggenggam tangan serta mengecup kening Putri Aurora, membuat seluruh penghuni istana terbangun kembali.

7. Putri Moana

Moana adalah gadis dari Pulau Motunui yang mencintai lautan dan sering mendengar kisah neneknya, Gramma Tala, tentang Maui yang mencuri jantung Te Fiti. Ayah Moana, Chief Tui, melarang penduduk berlayar melewati terumbu karang, namun lautan justru memberikan kalung jantung Te Fiti kepada Moana. "Sudah waktunya kamu mengetahui siapa dirimu yang sesungguhnya," kata Gramma.

Gramma Tala meminta Moana berlayar mencari Maui demi memulihkan Pulau Motunui yang mulai kelaparan akibat tanaman tidak bisa tumbuh.

Dalam perjalanannya, Moana berhadapan dengan bandit Kakamora dan monster kepiting Tamatoa sebelum berhasil mengembalikan kail ajaib milik Maui. Saat menghadapi monster lava Te Ka, Moana menyadari bahwa makhluk itu adalah Te Fiti yang murka karena kehilangan jantungnya. Moana memberanikan diri memasang kembali jantung tersebut, mengubah Te Ka kembali menjadi dewi hijau yang damai dan memulihkan kesuburan Pulau Motunui.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author