Universitas Negeri Gorontalo Buka Seleksi Mandiri UTBK 2026 Tahap 2
Universitas Negeri Gorontalo membuka penerimaan mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Mandiri Hasil UTBK 2026 Tahap 2. Proses seleksi ini dilangsungkan sepenuhnya berdasarkan nilai sertifikat UTBK tanpa adanya ujian tulis tambahan bagi para pendaftar.
Jalur seleksi ini dibuka mulai tanggal 20 Juli hingga 25 Juli 2026, seperti dikutip dari laman PMB UNG via Detikcom. Calon mahasiswa yang berminat diwajibkan membayar biaya registrasi sebesar Rp 200 ribu, kecuali bagi peserta yang sudah pernah melakukan pembayaran pada tahap sebelumnya.
Peserta seleksi wajib memiliki sertifikat UTBK-SNBT 2026 sebagai syarat utama kelulusan. Kriteria pendaftar mengikuti ketentuan SNBT lalu, meliputi lulusan SMA atau sederajat tahun 2024, 2025, dan 2026 dengan batas usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2026.
Jadwal Pelaksanaan Seleksi
Proses registrasi dan pengunggahan dokumen memiliki batas waktu yang telah ditentukan oleh panitia PMB UNG. Pendaftaran online dibuka dari 20 Juli sampai 25 Juli 2026 pukul 23.59 WITA.
Batas akhir untuk memasukkan berkas administrasi dan pembayaran biaya pendaftaran ditetapkan pada 25 Juli 2026 pukul 16.00 WITA. Selanjutnya, bagi peserta yang dinyatakan lolos dapat melakukan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada periode 27-30 Juli 2026.
Daftar Program Studi dan Daya Tampung
Panitia menyediakan kuota sisa untuk sejumlah program studi yang terbagi ke dalam berbagai bidang keilmuan sosial, humaniora, dan sains teknologi. Beberapa prodi dengan keterisian daya tampung di bawah atau sama dengan 50 persen mendapatkan porsi kuota yang cukup besar.
Kuota program studi rumpun sosial dan humaniora meliputi S1 Manajemen Pendidikan sebanyak 2 kursi, S1 Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan 28 kursi, S1 Pendidikan Sejarah 25 kursi, serta S1 Bimbingan dan Konseling sebanyak 1 kursi. Selain itu, tersedia kuota untuk S1 Administrasi Publik sebanyak 32 kursi, S1 Sosiologi 31 kursi, S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 21 kursi, S1 Pendidikan Bahasa Inggris 40 kursi, D3 Pariwisata 28 kursi, serta S1 Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik 7 kursi.
Untuk rumpun sains, matematika, dan teknik, daya tampung tersedia untuk S1 Pendidikan Matematika sebanyak 22 kursi, S1 Matematika 30 kursi, S1 Statistika 20 kursi, S1 Pendidikan Kimia 3 kursi, S1 Kimia 16 kursi, S1 Fisika 20 kursi, S1 Pendidikan Geografi 21 kursi, S1 Ilmu Lingkungan 2 kursi, dan S1 Biologi 7 kursi.
Pilihan program studi vokasi dan teknik lain mencakup S1 Pendidikan Vokasional Konstruksi Bangunan sebanyak 27 kursi, S1 Teknik Elektro 1 kursi, S1 Pendidikan Seni Rupa 65 kursi, S1 Pendidikan Teknik Mesin 56 kursi, S1 Teknik Sipil 1 kursi, S1 Teknik Arsitektur 9 kursi, S1 Pendidikan Teknologi Informasi 19 kursi, D4 Arsitektur Bangunan Gedung 47 kursi, D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak 18 kursi, S1 Perencanaan Wilayah dan Kota 13 kursi, serta D4 Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan sebanyak 64 kursi.
Sektor pertanian, peternakan, dan kelautan membuka peluang melalui S1 Peternakan sebanyak 56 kursi, S1 Agroteknologi 14 kursi, S1 Agribisnis 24 kursi, S1 Budidaya Perairan 88 kursi, S1 Teknologi Hasil Perikanan 72 kursi, S1 Ilmu Kelautan 34 kursi, S1 Teknologi Penangkapan Ikan 53 kursi, D4 Agribisnis Perikanan 32 kursi, S1 Teknologi Pangan 69 kursi, serta S1 Manajemen Sumber Daya Perairan sebanyak 92 kursi.
Bidang kesehatan, ekonomi, dan pendidikan lainnya menyediakan S1 Pendidikan Biologi sebanyak 3 kursi, D3 Farmasi 29 kursi, S1 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi 24 kursi, S1 Manajemen 35 kursi, S1 Ilmu Hukum 30 kursi, S1 Pendidikan Masyarakat 60 kursi, S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini 9 kursi, S1 Pendidikan IPA 51 kursi, S1 Akuntansi 37 kursi, S1 Pendidikan Vokasional Rekayasa Elektro 30 kursi, S1 Pendidikan Vokasional Desain Fashion 5 kursi, S1 Ekonomi Pembangunan 21 kursi, S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga 12 kursi, S1 Pendidikan Khusus 66 kursi, S1 Pendidikan Ekonomi 50 kursi, dan S1 Pendidikan Fisika sebanyak 26 kursi.