Kevin Warsh Pimpin The Fed di Tengah Spekulasi Kenaikan Suku Bunga
Investor obligasi memproyeksikan Federal Reserve (The Fed) di bawah kepemimpinan baru Kevin Warsh akan memprioritaskan pengendalian inflasi ketimbang penurunan suku bunga acuan pada akhir tahun ini.
Pelaku pasar kini memperkirakan The Fed hampir pasti menaikkan suku bunga pada Desember mendatang akibat lonjakan inflasi yang dipicu ketegangan di Iran, seiring pelantikan Warsh yang berlangsung pada Jumat, 22 Mei 2026.
Pergeseran sentimen pasar dari proyeksi pemangkasan suku bunga menjadi pengetatan moneter ini dipengaruhi oleh gejolak Timur Tengah, ketahanan ekonomi Amerika Serikat, serta investasi masif di sektor kecerdasan buatan, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.
Imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun melonjak ke level 4,14 persen pada hari Jumat, yang menjadi angka tertinggi dalam setahun terakhir, sementara yield tenor 30 tahun sempat menyentuh posisi 5,2 persen pada pekan lalu.
Presiden AS Donald Trump menyatakan dukungannya agar Warsh memimpin bank sentral secara independen, meskipun sebelumnya Trump kerap menuntut penurunan biaya pinjaman demi mendorong perekonomian.
Di sisi lain, Anggota Dewan Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan pada hari Jumat bahwa arah kebijakan suku bunga berikutnya memiliki peluang yang sama besar untuk naik ataupun turun.
Sikap tersebut mencerminkan tren di kalangan pejabat bank sentral yang mulai meninggalkan pelonggaran moneter, dengan Wakil Gubernur Philip Jefferson dan Gubernur The Fed New York John Williams yang juga dijadwalkan memberi pernyataan pekan ini.
Perkembangan ini mendorong sejumlah investor, termasuk manajer portofolio di Capital Group Chitrang Purani, untuk mengalihkan strategi investasi mereka dengan memburu obligasi jangka pendek.
"I believe that the bar to hike is still high. A Warsh Fed may want to be a bit more patient before making the next move to fully understand how inflation is transmitting into the labor market and financial conditions," ujar Chitrang Purani, manajer portofolio di Capital Group.
Purani juga menambahkan pandangan pribadinya mengenai kesinambungan fungsi reaksi institusi tersebut terhadap data-data ekonomi yang berkembang di pasar.
"Personally, I don’t see the Fed’s reaction function to economic data being materially different under Warsh than it was in the past," ujar Chitrang Purani, manajer portofolio di Capital Group.
Selain memantau pernyataan lanjutan dari para pengambil kebijakan, pelaku pasar obligasi pada pekan ini fokus mengamati jalannya lelang surat utang AS tenor dua, lima, dan tujuh tahun.