FIFA Ubah Aturan Piala Dunia Melalui Durasi Istirahat dan Cincin Juara
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menerapkan perubahan regulasi signifikan pada pertandingan final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, pada Minggu (19/7/2026).
Otoritas tertinggi sepak bola tersebut mewajibkan jeda hidrasi selama tiga menit di tengah setiap babak serta memperpanjang durasi istirahat paruh waktu menjadi sekitar 25 menit demi memfasilitasi konser musik berskala besar.
Kebijakan penambahan waktu istirahat paruh waktu ini melampaui aturan resmi sepak bola internasional yang menetapkan durasi istirahat maksimal selama 15 menit.
Langkah FIFA mengadopsi gaya kompetisi olahraga Amerika Serikat tersebut memicu kritik dari sejumlah pelatih tim nasional karena dinilai mengubah identitas permainan.
Mantan pelatih tim nasional Inggris, Thomas Tuchel menyoroti dampak dari interupsi wajib yang membagi pertandingan menjadi empat kuarter tersebut.
"interrupts and changes the identity of a football match much more than I thought." ujar Thomas Tuchel, Pelatih Inggris.
Kritik serupa disampaikan oleh pelatih tim nasional Uruguay, Marcelo Bielsa yang menilai perubahan format waktu ini merusak nilai budaya sepak bola.
"Playing four periods instead of two alters the culturally constructed conception of how to interpret football. In my view, it adds nothing and takes away a lot. When [the match] was divided into four periods, no thought was given to the effect it might have on what makes football such a captivating sport." kata Marcelo Bielsa, Pelatih Uruguay.
Di sisi lain, mantan pelatih tim nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino memanfaatkan jeda hidrasi untuk memberikan instruksi taktis melalui laptop, sementara pemain belakang Sergiño Dest menyambut positif kesempatan berdiskusi tersebut.
"I think it’s nice to have a hydration break," ujar Sergiño Dest, Pemain Amerika Serikat.
"It’s also [a chance] to kind of settle and talk with your teammates. It can be nice." lanjut Sergiño Dest, Pemain Amerika Serikat.
Perpanjangan waktu paruh waktu untuk konser co-headliner oleh Justin Bieber, Madonna, Shakira, dan BTS juga mendapat penolakan dari pelatih Kolombia, Nestor Lorenzo sejak turnamen Copa America 2024 akibat kekhawatiran kondisi fisik pemain.
"I think the halftime for the final should be 15 minutes because those are the rules," kata Nestor Lorenzo, Pelatih Kolombia.
"But now apparently, because there’s going to be a concert, we’ll be walking back out 20 to 25 minutes later. This could affect the players’ fitness. They could cool down too much. Those minutes of recovery in the dressing room … people don’t understand what it takes to reach those levels." papar Nestor Lorenzo, Pelatih Kolombia.
Selain perubahan durasi laga, dilansir dari nbcnews.com, FIFA mengumumkan bahwa para pemain dari tim yang memenangkan laga final akan menerima cincin juara untuk pertama kalinya dalam sejarah turnamen, di samping trofi Piala Dunia dan medali emas.
Di tengah perubahan regulasi tersebut, kapten tim nasional Spanyol, Rodri menyatakan bahwa timnya siap beradaptasi dengan karakter permainan fisik yang akan disajikan oleh Argentina.
"Menurut saya, Anda belum pernah melihat Spanyol yang sama di setiap pertandingan. Saya rasa pertandingan hari Minggu nanti akan sangat berbeda; laga ini akan lebih mengandalkan fisik dan kami harus siap," ujar Rodri, Kapten Spanyol.
"Saya yakin, jika ada satu hal yang menjadi ciri khas tim nasional ini, itu adalah kemampuan kami memainkan gaya permainan yang berbeda sesuai dengan situasi yang dihadapi," kata Rodri, Kapten Spanyol.
"Jadi, kami harus beradaptasi-baik saat harus bertahan, melakukan serangan balik, maupun saat melancarkan serangan. Kami adalah tim yang sangat komplet, dan itulah alasan kami berada di sini," tutur Rodri, Kapten Spanyol.