BRI Terapkan Suku Bunga Berjenjang pada Skema KUR per 19 Juli 2026
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk resmi memberlakukan skema suku bunga berjenjang untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026. Kebijakan ini menetapkan tarif bunga mulai dari 3% hingga 9% efektif per tahun yang disesuaikan berdasarkan kategori plafon serta frekuensi pengajuan pinjaman modal usaha oleh debitur.
Langkah penyesuaian ini diambil untuk mengoptimalkan distribusi modal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang membutuhkan stimulus finansial terstruktur.
"Informasi ini bukan saran investasi atau keuangan resmi. Skema pembiayaan, suku bunga, dan persyaratan kredit dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti regulasi perbankan yang berlaku. Konsultasikan dengan pihak bank terkait sebelum melakukan pengajuan."
Rincian Suku Bunga dan Tabel Angsuran KUR BRI 2026
Pemberlakuan tarif bunga pinjaman KUR BRI 2026 terbagi ke dalam beberapa klaster utama. Kategori KUR Supermikro mendapatkan kompensasi bunga paling rendah, yakni sebesar 3% efektif per tahun. Sementara itu, untuk kategori KUR Mikro dan Kecil, tarif dasar ditetapkan sebesar 6% efektif per tahun bagi debitur yang baru pertama kali memperoleh fasilitas KUR.
Bagi debitur yang melakukan pengajuan pinjaman berulang atau pengajuan berikutnya, Bank BRI menerapkan sistem kenaikan suku bunga berjenjang. Bunga akan meningkat secara berkala menjadi 7% untuk pinjaman kedua, 8% untuk pinjaman ketiga, dan mencapai 9% efektif per tahun pada pinjaman keempat.
Estimasi Beban Bunga Tahunan Debitur
Sebagai ilustrasi bagi para pelaku usaha, beban bunga tahunan dihitung secara proporsional berdasarkan nilai plafon dan tahapan pengajuan kredit. Berikut adalah rincian estimasi beban bunga tahunan dengan simulasi jangka waktu pengembalian atau tenor selama 1 tahun:
- Plafon Rp5.000.000: Beban bunga sebesar Rp150.000 (Supermikro 3%), Rp300.000 (Pinjaman 1), Rp350.000 (Pinjaman 2), Rp400.000 (Pinjaman 3), hingga Rp450.000 (Pinjaman 4).
- Plafon Rp10.000.000: Beban bunga sebesar Rp300.000 (Supermikro 3%), Rp600.000 (Pinjaman 1), Rp700.000 (Pinjaman 2), Rp800.000 (Pinjaman 3), hingga Rp900.000 (Pinjaman 4).
- Plafon Rp50.000.000: Beban bunga sebesar Rp1.500.000 (Supermikro 3%), Rp3.000.000 (Pinjaman 1), Rp3.500.000 (Pinjaman 2), Rp4.000.000 (Pinjaman 3), hingga Rp4.500.000 (Pinjaman 4).
- Plafon Rp100.000.000: Beban bunga sebesar Rp3.000.000 (Supermikro 3%), Rp6.000.000 (Pinjaman 1), Rp7.000.000 (Pinjaman 2), Rp8.000.000 (Pinjaman 3), hingga Rp9.000.000 (Pinjaman 4).
Simulasi Angsuran Plafon Tertentu
Masyarakat yang berencana mengajukan pinjaman dengan nominal Rp40.000.000 mengacu pada tarif bunga dasar perdana sebesar 6% per tahun. Berdasarkan perhitungan tabel angsuran kur bri, kewajiban pembayaran cicilan bulanan untuk tenor jangka pendek berada di angka jutaan rupiah per bulan.
Berikut adalah tabel resmi kalkulasi cicilan bulanan untuk nominal tersebut:
| Nominal Pinjaman | Bunga Efektif per Tahun | Tenor (Bulan) | Jumlah Angsuran Bulanan |
|---|---|---|---|
| Rp40.000.000 | 6% | 12 | Rp3.461.070 |
Kriteria dan Dokumen Persyaratan Pengajuan
Bank BRI menetapkan batasan ketat mengenai profil calon debitur guna menjaga rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Calon debitur yang sah diwajibkan berusia minimal 17 tahun atau sudah berstatus menikah. Khusus pengajuan yang masuk dalam kategori KUR Mikro, bank menetapkan batas usia minimal menjadi 21 tahun.
Persyaratan operasional usaha juga menjadi poin penentu. Bidang usaha yang didaftarkan harus dipastikan merupakan usaha produktif yang telah aktif berjalan minimal selama 6 bulan berturut-turut.
Terkait pemenuhan regulasi perpajakan nasional dan jaminan, debitur yang mengajukan pinjaman dengan plafon di atas Rp50.000.000 wajib melampirkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) aktif. Selain itu, manajemen perbankan berwenang meminta agunan atau jaminan tambahan eksternal, yang nilainya disesuaikan dengan hasil analisis kelayakan kredit oleh tim surveyor di lapangan.