Mengenal Bahan Dasar Frappuccino dan Kandungan Kalori di Dalamnya

Share

Menu frappuccino sering menjadi pilihan utama bagi para pencinta minuman manis saat berkunjung ke kafe. Minuman dingin yang memiliki tekstur lembut ini kerap memicu pertanyaan mengenai bahan dasar pembuatannya. Seperti dilansir dari Detik Food, frappuccino pada awalnya dibuat dengan memadukan kopi, es batu, serta susu atau whipped cream.

Minuman ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1995 oleh jaringan coffee shop populer Starbucks. Nama frappuccino sendiri diambil dari kata frappe. Istilah tersebut biasa digunakan oleh masyarakat Amerika Serikat bagian timur untuk merujuk pada minuman dingin dari kopi atau susu yang diblender dengan es.

Dalam budaya kafe modern, frappuccino merujuk pada minuman yang terdiri dari kopi, es, dan tambahan bahan lain seperti susu, sirup, serta whipped cream. Kombinasi ini menghasilkan rasa manis yang menyegarkan.

Meskipun umumnya berbasis kopi, bahan dasar minuman ini sangat bergantung pada resep masing-masing kedai. Beberapa kafe menggunakan kopi instan, espresso standar, atau sekadar menambahkan sirup perasa kopi. Formulasi tradisional yang dikenal sebagai Greek frappuccino bahkan hanya terbuat dari campuran kopi instan, air, gula, dan susu. Semua bahan tersebut kemudian diblender hingga halus dan tercampur merata.

Kandungan Kafein dalam Segelas Frappuccino

Sebagian besar frappuccino yang berbahan dasar kopi dipastikan memiliki kandungan kafein. Jumlah kafein ini sangat dipengaruhi oleh jenis dan kuantitas kopi yang dimasukkan ke dalam racikan.

Penggunaan dua shot espresso bisa membuat kadar kafein mencapai 126 hingga 150 mg. Sebaliknya, jika frappuccino hanya dibuat dengan sesendok kecil kopi instan, kandungan kafeinnya akan menjadi sangat sedikit.

Sebagai perbandingan, frappuccino Starbucks memiliki kandungan kafein sekitar 60 hingga 130 mg. Sementara itu, frappuccino di Dunkin's Donuts menawarkan kafein yang lebih besar, yaitu sekitar 422 mg karena menggunakan kopi lebih banyak.

Kreasi Tanpa Kopi dan Dampak Kalori

Frappuccino kini telah berkembang menjadi simbol minuman modern dengan berbagai variasi rasa yang fleksibel. Banyak kafe menawarkan menu ini tanpa kandungan kopi sama sekali untuk menyesuaikan selera pelanggan.

Beberapa varian populer menggunakan bahan dasar stroberi, cokelat, cokelat putih, hingga bubuk matcha. Bahan utama tersebut kemudian dicampur dengan susu, es, sirup perasa, dan whipped cream sebelum diblender halus.

Konsumsi frappuccino berbasis kopi dapat memberikan dorongan energi dari kafein serta asupan kalsium dan protein dari susu. Namun, penambahan sirup, saus, dan whipped cream membuat minuman ini padat kalori hingga mencapai 300-500 kalori per gelas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author