Damkar Demak Evakuasi Puluhan Ular Kobra dari Rumah Warga Guntur
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Demak mengevakuasi puluhan anak, puluhan butir telur, serta induk ular kobra dari rumah warga di Kecamatan Guntur pada Sabtu, 18 Juli 2026.
Operasi penanganan satwa liar ini dilakukan setelah munculnya laporan berkala mengenai gangguan ular yang bersarang di bawah lantai pemukiman warga setempat.
Tim pemadam kebakaran menerapkan metode penyiraman bensin ke dalam lubang lantai kayu untuk memancing kawanan ular berbisa tersebut keluar dari sarangnya.
"Wah tidak ada kartu keluarganya, ya nggak bisa ngecek. Tapi karena lokasi ditemukannya sama ya dimungkinkan sekeluarga," kelakar Kabid Linmas Damkar Satpol PP Kabupaten Demak, Endra Toga Perdana.
Endra Toga Perdana menambahkan bahwa petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari pemilik rumah yang khawatir akan ancaman ular berbisa tersebut.
"Sampai rumah itu ketemu dengan istrinya karena suami sedang di tegalan. Istrinya menyampaikan ada ular di bawah kompor," ujar Endra Toga Perdana.
Pemilik rumah memberikan izin penuh kepada petugas untuk membongkar bagian bangunan demi memastikan seluruh kawanan ular kobra dapat dibersihkan secara menyeluruh.
"Suaminya terus pulang dan bilang dibongkar saja ndak apa-apa. Jadi dibongkar terus kelihatan ada anakan ular satu yang langsung lari ke arah samping rumah," jelas Endra Toga Perdana.
Pembongkaran kemudian dilanjutkan ke area dinding kayu bagian bawah setelah mendeteksi adanya pergerakan anakan kobra lain yang mencoba melarikan diri ke samping rumah.
"Yang samping sudah dibongkar terus dituang bensin. Terus anakannya ada lima ekor kobra keluar semua," tutur Endra Toga Perdana.
Setelah mengamankan lima ekor anakan tersebut, petugas menemukan sarang utama yang menyimpan puluhan butir telur kobra siap menetas di titik yang sama.
"Kira-kira ada 25 telur," ungkap Endra Toga Perdana.
Penuangan bensin kembali dilakukan dalam volume yang lebih banyak untuk memastikan tidak ada sisa ular yang tertinggal di dalam rongga lantai bangunan.
"Terus disiram lagi bensin sampai habis satu liter, satu indukannya baru keluar. Mungkin indukannya lebih tahan karena sudah besar jadi baru keluar," terang Endra Toga Perdana.
Seluruh barang bukti berupa induk, anakan, dan telur kobra langsung dibawa ke pos penampungan sementara setelah operasi dinyatakan selesai tanpa adanya kendala berarti.
"Alhamdulillah tidak ada kendala berarti, petugas selamat dan ular-ular itu dievakuasi ke Pos Karangawen," tutup Endra Toga Perdana.
Sebelumnya, penemuan serupa juga terjadi di wilayah Kecamatan Guntur, tepatnya di Dukuh Karangturi, Desa Bogosari, di mana petugas mendapati belasan anak kobra muncul dari lantai rumah warga.
"Rumahnya tidak langsung nempel tanah, lantainya papan kayu itu ada kayak lubang ke bawah, lubangnya halus. Kemungkinan kan sudah dianalisa itu bukan yuyu, ini dipastikan ular," ujar Kabid Linmas Damkar Satpol PP Kabupaten Demak, Endra Toga Perdana, dikutip detikJateng.
Petugas langsung menyiramkan bahan bakar ke sarang tersebut sehingga belasan anak ular keluar secara bergantian dari bawah lantai papan kayu.
"Teman-teman tuh langsung menumpahkan bensin di dalam lubang itu, terus ular-ular'e tuh keluar semua sing kecil. Jenisnya kobra, tadi ada sampai 18 ekor," ujar Endra Toga Perdana.
Proses evakuasi awal di Desa Bogosari tersebut membutuhkan waktu penanganan sekitar dua jam karena posisi sarang yang berada jauh di bawah struktur lantai rumah.
"Cuman indukannya belum keluar. Kita enggak bisa langsung, kan harus bongkar soale nek sampai bawah, makanya kan dituangin bensin dulu. Indukannya belum ditemukan," tambahnya.
Pihak Damkar Demak menegaskan komitmennya untuk kembali menerjunkan personel sekiranya pemilik rumah kembali melihat indikasi keberadaan sisa induk ular.
"Kalau untuk yang itu (indukan) ya tetep nunggu aduan dari pemilik, nanti kalau melihat indukan baru nanti kita eksekusi lagi," imbuhnya.
Dalam operasi tersebut, seorang petugas sempat mengalami kontak fisik dengan anakan ular kobra namun dilaporkan tidak mengalami cedera yang membahayakan keselamatan jiwanya.
"Petugas kan evakuasi ular banyak ya, ada yang kecatok itu ya cuman enggak fatal. Kayak nucup gitu loh, digigit tapi bisanya enggak masuk," ungkap Endra Toga Perdana.
Menurut laporan dari Popmama.com, seluruh anak ular kobra yang berhasil diamankan dari lokasi pertama telah dipindahkan ke Pos Damkar Karangawen guna penanganan lebih lanjut.