Thomas Tuchel Pertahankan Taktik Inggris Usai Dikritik Donald Trump
Pelatih tim nasional Inggris Thomas Tuchel menegaskan tetap memegang teguh keputusan taktisnya meski menuai kritik dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah kekalahan kekalahan 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia di Atlanta Stadium, Rabu (15/7).
Kritik dari berbagai pihak muncul setelah Thomas Tuchel mengganti dua pemain penyerang dengan pemain bertahan pada 30 menit terakhir pertandingan, yang membuat kapten Harry Kane terpaksa ikut turun membantu pertahanan.
Strategi bertahan tersebut dimanfaatkan oleh kapten Argentina Lionel Messi yang memberikan assist hingga membuahkan dua gol kemenangan bagi timnya untuk melaju ke babak final.
Dilansir dari AFP dan BBC, Presiden AS Donald Trump ikut mengomentari keputusan taktis tersebut saat berpidato dalam acara Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) di New York pada Jumat (17/7) waktu setempat yang juga dihadiri Presiden FIFA Gianni Infantino.
Dalam pidatonya, Donald Trump sempat memuji Harry Kane sebagai pemain luar biasa yang pernah bermain golf bersamanya di Florida sekitar 18 bulan lalu.
"Ada pemain hebat di Inggris, yang pernah bermain golf bersama saya. Dia adalah Harry (Kane), yang tampil luar biasa," kata Trump.
Donald Trump kemudian menilai bahwa menempatkan penyerang terbaik di posisi bertahan merupakan sebuah kekeliruan dalam pertandingan tersebut.
"Saya pikir mereka mungkin melakukan kesalahan saat menjadikannya sebagai pemain bertahan. Memangnya apa yang saya ketahui soal sepak bola?" cetus Trump.
Lebih lanjut, ia menyoroti momentum timnas Inggris yang sempat unggul terlebih dahulu sebelum akhirnya mengubah gaya permainan menjadi bertahan.
"Mereka sempat unggul, lalu mengambil pemain terbaik mereka dan menempatkannya di posisi bertahan," ujar Trump.
Ia berpendapat bahwa skuad Inggris seharusnya tetap menerapkan skema permainan menyerang dalam laga semifinal itu.
"Kita seharusnya bermain agak menyerang, bukan? Tapi ya sudahlah, saya tidak akan mengkritiknya, apa sih yang saya ketahui soal kepelatihan? Namun, hal itu agak tidak biasa," pungkas Trump.
Merespons gelombang kritik atas hasil pertandingan pada Jumat (17/7), Thomas Tuchel menyatakan bahwa dirinya tidak menyesali strategi yang telah diterapkan di lapangan.
"No, I do not regret my decision. I think our game became too passive. I was trying to help the team," tegas Tuchel.