Taktik Thomas Tuchel Hadapi Argentina Tuai Kritik Keras

Share

Taktik bertahan pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menuai kritik tajam dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan legenda Spanyol Iker Casillas setelah skuadnya ditumbangkan Argentina 1-2 pada laga semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Rabu (15/7).

Dilansir dari AFP dan BBC, Donald Trump menyampaikan kritik tersebut saat berpidato dalam acara Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) di New York pada Jumat (17/7) waktu setempat. Trump menyoroti keputusan pelatih yang dinilai menempatkan kapten tim, Harry Kane, di posisi bertahan setelah Inggris sempat unggul satu gol lebih dulu.

"Ada pemain hebat di Inggris, yang pernah bermain golf bersama saya. Dia adalah Harry (Kane), yang tampil luar biasa," kata Trump dalam acara tersebut.

Presiden AS tersebut kemudian mempertanyakan penempatan posisi sang kapten saat tim sedang mempertahankan keunggulan di lapangan.

"I pikir mereka mungkin melakukan kesalahan saat menjadikannya sebagai pemain bertahan. Memangnya apa yang saya ketahui soal sepak bola?" kritik Presiden AS tersebut.

Trump menambahkan bahwa strategi memundurkan pemain terbaik ke lini belakang merupakan langkah yang tidak biasa dalam pertandingan tersebut.

"Mereka sempat unggul, lalu mengambil pemain terbaik mereka dan menempatkannya di posisi bertahan," imbuhnya.

Ia berpendapat bahwa tim seharusnya tetap mempertahankan ritme permainan yang lebih agresif alih-alih bertahan total.

"Kita seharusnya bermain agak menyerang, bukan? Tapi ya sudahlah, saya tidak akan mengkritiknya, apa sih yang saya ketahui soal kepelatihan? Namun, hal itu agak tidak biasa," cetus Trump dalam komentarnya.

Di sisi lain, Thomas Tuchel langsung merespons gelombang kritik yang mengarah pada keputusan taktisnya dalam laga penentu tersebut pada Jumat (17/7).

"Tidak, saya tidak menyesali keputusan saya. Menurut saya, permainan kami sudah menjadi terlalu pasif. Saya berusaha membantu tim," ucapnya.

Kritik pedas juga datang dari mantan kapten Real Madrid dan Timnas Spanyol, Iker Casillas, melalui akun X miliknya. Menurut laporan Suara.com, Casillas menilai strategi bertahan total membuat Inggris kehilangan kendali permainan dan memudahkan lawan membalikkan keadaan.

"Cetak gol lalu bertahan. Pendekatan pengecut. Mereka tidak keluar dari kotak penalti mereka sendiri dan membiarkan Argentina lebih leluasa menyerang. Hasil logisnya pun terjadi," tulis Casillas melalui akun X miliknya.

Menurut analisis Cesc Fabregas yang dikutip kembali setelah kekalahan ini, penambahan pemain bertahan di menit-menit akhir justru sering memicu dampak negatif bagi kestabilan tim.

"Misalnya Anda sedang unggul 1-0 lalu mengganti gelandang atau penyerang dengan bek pada 10 atau 15 menit terakhir. Secara otomatis pola pikir tim berubah menjadi bertahan," ujar Fabregas.

Fabregas menilai perubahan formasi tersebut secara langsung mengundang lawan untuk melancarkan serangan yang lebih berbahaya.

"Akibatnya, Anda justru mengundang tekanan. Lawan lebih banyak menguasai bola, lebih leluasa menyerang, dan menjadi lebih berbahaya," lanjutnya.

Selain masalah taktis, jalannya turnamen di Amerika Serikat ini juga dihadapkan pada tantangan lingkungan. Kabut asap tebal akibat kebakaran hutan di Kanada memicu peringatan kualitas udara berbahaya di wilayah metropolitan New York menjelang laga final antara Spanyol melawan Argentina.

Melalui media sosial Truth Social pada Jumat (17/7), Donald Trump mengecam polusi udara tersebut dan menyatakan ketidakpuasannya atas dampak yang ditimbulkan.

"Amerika Serikat sedang diinvasi secara tidak perlu oleh udara kotor, tercemar, dan tidak sehat, yang kualitasnya berbahaya dan sama sekali tidak dapat diterima!" kata Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social pada Jumat (17/7).

Trump juga menegaskan langkah diplomatik yang akan diambilnya untuk meminta kejelasan dari pemerintah Kanada terkait penanganan situasi darurat tersebut.

"Saya akan menelepon Perdana Menteri (Kanada) hari ini untuk mengetahui apa yang akan mereka lakukan terkait hal tersebut," ucap Presiden AS tersebut.

Akibat kekalahan di semifinal, langkah Inggris di Piala Dunia 2026 kini menyisakan pertandingan perebutan tempat ketiga melawan Prancis yang dijadwalkan berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
gilang-permana-putra
Author