Alergi Cairan Sperma Picu Kasus Infertilitas Langka pada Perempuan
Seorang perempuan berusia 29 tahun asal Lithuania dilaporkan mengalami kesulitan hamil yang diduga disebabkan oleh respons alergi langka terhadap cairan sperma pasangannya, meskipun telah menjalani dua kali program bayi tabung.
Kondisi medis unik ini terungkap setelah pasien mengunjungi fasilitas kesehatan karena mencurigai riwayat asma dan sensitivitas alerginya memengaruhi kesuburan, seperti dilansir dari HaiBunda berdasarkan laporan Live Science pada Sabtu (18/7/2026).
Pemeriksaan ginekologis awal tidak menemukan penyebab mendasar ketidaksuburan, namun tes darah menunjukkan kadar eosinofil yang sangat tinggi. Dokter kemudian mendeteksi sensitivitas pasien terhadap protein Canis familiaris allergen 5 (Can f 5) pada anjing, yang memiliki kemiripan struktur dengan protein dalam air mani manusia.
Tim dokter selanjutnya melakukan pengujian langsung menggunakan sampel air mani pasangan pasien untuk mengonfirmasi diagnosis alergi plasma semen manusia.
"Sensitivitas terhadap Can f 5 juga dapat mengindikasikan sensitivitas terhadap jenis protein serupa yang ditemukan dalam air mani manusia," tulis para dokter dalam laporan tersebut.
Pasien juga membenarkan adanya gejala hidung tersumbat dan bersin setiap selesai berhubungan seksual tanpa pengaman, yang sebelumnya kerap diabaikan selama konsultasi kehamilan.
"Sensitivitas terhadap air mani merupakan penyebab potensial infertilitas perempuan, karena alergi semacam itu dapat memicu peradangan pada organ reproduksi. Belum jelas apakah alergi tersebut juga mempersulit perawatan IVF perempuan tersebut, mengingat air mani tidak akan ada dalam embrio yang ditanamkan," demikian isi laporan.
Dokter merekomendasikan konsumsi obat antihistamin sebelum berhubungan seksual karena metode desensitisasi bertahap tidak tersedia di Lithuania.
"Ia mengikuti instruksi dokter, tetapi mendapati pendekatan ini 'tidak efektif'," ungkap dokter.
Hingga kunjungan tindak lanjut tiga tahun kemudian, perempuan tersebut dilaporkan tetap belum bisa hamil dan mengalami gejala alergi baru yang lebih parah seperti sensasi terbakar di vulva serta pembengkakan kelopak mata.