Gyeongbokgung Palace Menjadi Perhatian Publik Usai WNI Kabur di Seoul
Kompleks Istana Gyeongbokgung di Seoul, Korea Selatan, menjadi sorotan masyarakat setelah seorang warga negara Indonesia bernama Femas diduga melarikan diri dari rombongan wisata Berani Backpacker pada malam pertama tur. Femas yang berusia 22 tahun sempat mendatangi destinasi ikonik tersebut sebelum dilaporkan memisahkan diri dari kelompoknya. Dilansir dari Detik Travel, rombongan wisata tersebut bertolak dari Jakarta menuju Seoul pada 27 Juni 2026.
Pihak pengelola open trip memberikan waktu bebas kepada seluruh peserta setelah agenda wisata hari pertama selesai. Berdasarkan dokumentasi yang diunggah, Femas sempat mengambil foto dengan latar belakang arsitektur tradisional peninggalan Dinasti Joseon tersebut.
Istana Gyeongbokgung didirikan pada tahun 1395 oleh Raja Taejo dan berfungsi sebagai pusat pemerintahan utama Dinasti Joseon. Nama tempat ini memiliki arti istana yang penuh berkah, yang mencerminkan harapan kemakmuran bagi kerajaan yang baru berdiri saat itu.
Kompleks ini merupakan yang terbesar di antara lima istana utama di Seoul dan sering disebut sebagai Istana Utara karena letak geografisnya. Sebagian besar struktur yang berdiri saat ini adalah hasil restorasi bertahap setelah sempat terbakar pada Perang Imjin tahun 1592 dan menjadi lokasi pembunuhan Ratu Myeongseong pada 1895. Bangunan utama seperti Paviliun Gyeonghoeru dibangun menggunakan teknik Gurae-jjeim, yaitu sistem sambungan pasak kayu fleksibel tanpa paku untuk meredam gempa. Selain itu, lantai granit di area takhta sengaja dibuat kasar guna mencegah pantulan silau matahari bagi para pejabat serta mempercepat aliran air hujan agar tidak licin.