BMKG Memperingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang di Indonesia
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerbitkan peringatan dini mengenai potensi hujan berintensitas sedang hingga lebat serta angin kencang yang dapat melanda berbagai wilayah Indonesia pada Jumat, 17 Juli 2026.
Kombinasi fenomena atmosfer berupa daerah konvergensi dan konfluensi ditengarai memicu pertumbuhan awan hujan secara signifikan di tengah periode puncak musim kemarau. Wilayah yang berstatus waspada meliputi sebagian Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, sementara sirkulasi siklonik terpantau berada di Selat Makassar.
Prakirawan BMKG, Diah Ayuretnani menyatakan bahwa dinamika atmosfer saat ini memicu pemusatan awan hujan di sepanjang area pertemuan serta perlambatan angin.
"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi atau konfluensi. Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi cuaca cukup signifikan di beberapa wilayah Indonesia," ujar Diah Ayuretnani, Prakirawan BMKG pada Kamis (16/7/2026).
Kewaspadaan tinggi diperlukan terutama untuk daerah-daerah yang masuk dalam peta peringatan cuaca berkategori warna kuning dari pantauan satelit.
"Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah yang berwarna kuning, meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Maluku," lanjut Diah Ayuretnani, Prakirawan BMKG.
Di sisi lain, sebagian besar kota besar di Indonesia masih diprediksi akan mengalami cuaca yang cenderung kondusif atau hanya berawan tebal selama periode ini.
"Sementara kondisi cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Palembang, Bandar Lampung, Pangkal Pinang, wilayah Pulau Jawa, Palangkaraya, Samarinda, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Gorontalo, Manado, Sorong, Manokwari, dan Jayapura," papar Diah Ayuretnani, Prakirawan BMKG.
Selain paparan lisan dari prakirawan, BMKG juga merilis data tertulis perihal sebaran curah hujan di seluruh wilayah nusantara dalam skala mingguan.
"Pada Dasarian II Juli 2026, sekitar 91,45 persen wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah, sedangkan 8,52 persen wilayah berada pada kategori menengah, dan hanya sekitar 0,03 persen wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi," tulis BMKG dalam prakiraan Potensi Hujan Indonesia Sepekan ke Depan Periode 14-20 Juli.
Untuk wilayah spesifik seperti Kota Palembang dan sekitarnya pada akhir pekan 18-19 Juli 2026, cuaca akan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan pada pagi sampai siang hari. BMKG mengimbau warga Sumatra Selatan tetap mengantisipasi potensi hujan ringan lokal akibat awan konvektif yang berpeluang turun menjelang sore dan malam hari.