Pemerintah Tokyo Izinkan Pegawai Pakai Celana Pendek Hadapi Cuaca Ekstrem
Pemerintah Metropolitan Tokyo menerapkan kebijakan berpakaian kasual bagi para pegawai negeri guna menghadapi musim panas ekstrem pada 14 Juli 2026, seperti dilansir dari Detik Health.
Langkah ini diambil setelah suhu di ibu kota Jepang tersebut melonjak hingga 35 derajat celcius dengan kelembapan udara tinggi mencapai 72 persen. Akibatnya, para pekerja kini ramai-ramai mengganti setelan jas formal dengan celana pendek, kemeja polo, dan sepatu kets.
Badan Meteorologi Jepang dan Kementerian Lingkungan Hidup setempat bahkan telah merilis peringatan darurat serangan panas atau heatstroke untuk mendesak warga membatasi aktivitas di luar ruangan. Kebijakan ini merupakan bagian dari kampanye 'Tokyo Cool Biz' yang diinisiasi oleh Gubernur Tokyo, Yuriko Koike, sejak tahun 2005 saat ia menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
Salah satu aparatur sipil yang mengikuti aturan ini adalah Toru Suda (34). Ia kedapatan berjalan santai ke kantornya dengan kemeja polo biru muda dan celana pendek.
"Awalnya memang terasa agak aneh dan canggung," kata Suda, dikutip dari Straits Times.
Rasa canggung tersebut segera hilang setelah melihat rekan-rekan kerjanya kompak mengenakan pakaian santai demi menghalau hawa panas yang menyengat. Aturan berpakaian kasual ini dinilai menjadi kebutuhan darurat yang menolong fisik para staf pemerintahan.
"Jujur saja, saya sudah sangat terbiasa dengan gaya santai ini dan rasanya sulit untuk kembali pakai celana panjang formal," ungkap Noboru Watanabe, ketua tim penanggulangan perubahan iklim Tokyo.
Watanabe menambahkan bahwa dirinya tetap bersikap fleksibel. Ia menegaskan akan tetap mengenakan pakaian formal jika harus menghadiri agenda kenegaraan yang sifatnya resmi.
"Tapi rasanya langsung sejuk dan nyaman kalau pakai celana pendek," ujar Takuya Ozawa (38), pegawai pemerintah Tokyo lainnya.
Ozawa merasa perjalanan pulang-pergi dari rumah menuju kantor sangat menyiksa jika harus memakai celana panjang saat cuaca ekstrem. Fenomena berpakaian kasual di lingkungan pemda ini turut memicu rasa iri di kalangan pekerja swasta yang kantornya masih kaku menerapkan aturan seragam kerja resmi.
"Menurut saya, memakai celana pendek yang bisa membantu kita mengatur suhu tubuh saat cuaca sangat panas adalah pendekatan yang sangat fleksibel dan masuk akal," pungkas Takayuki Deguchi (30), seorang karyawan perusahaan pemasaran di Tokyo.