PT Eurokars Prima Utama Bakal Pasarkan Ferrari Luce EV di Indonesia

Share

Agen pemegang merek Ferrari di Indonesia, PT Eurokars Prima Utama (EPU), memastikan bakal memboyong mobil listrik massal pertama pabrikan Italia, Ferrari Luce EV, ke pasar tanah air meskipun kendaraan tersebut sempat menuai banyak kritik di pasar global.

Kepastian mengenai kehadiran unit kendaraan ramah lingkungan tersebut di dalam negeri dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen distributor resmi, sebagaimana dilansir dari Detik Oto pada Jumat (17/7).

General Manager PT Eurokars Prima Utama Nini Chiandra menjelaskan bahwa produk anyar ini dipastikan hadir untuk konsumen domestik, walau jadwal peluncuran resminya masih belum dapat diumumkan secara mendetail.

"Pasti akan (masuk Indonesia), tapi waktunya nanti, kita akan undang apabila kita sudah dapat tanggal pasti," kata Nini Chiandra.

Pihak distributor optimistis terhadap penerimaan pasar domestik karena konsumen loyal di Indonesia selalu menanti setiap model baru yang dirilis oleh produsen supercar asal Maranello tersebut.

"Semua mobil yang dikeluarkan Ferrari biasanya pasar sudah menunggu. Karena sudah ditunggu sama customer juga," kata Nini Chiandra.

Ia juga menambahkan bahwa terdapat jeda waktu pengiriman yang wajar dari pabrik pusat di Italia sebelum unit kendaraan tersebut akhirnya bisa mengaspal di jalanan Indonesia.

"Pasti akan datang ya, hanya masalah waktunya saja masih belum, karena memang di Maranello sendiri masih baru. Biasanya untuk masuk ke market kita pasti butuh waktu," kata Nini Chiandra.

Sebelumnya, Ferrari Luce EV meluncur secara global pada Mei 2026 sebagai tonggak sejarah mobil listrik murni pertama yang diproduksi massal oleh merek berlogo kuda jingkrak tersebut. Namun, tampilan eksteriornya justru panen hujatan dari publik karena dianggap keluar dari pakem desain supercar eksotis khas Italia.

Kritikan keras juga datang dari internal historis perusahaan, termasuk mantan bos Ferrari Luca Di Montezemolo serta Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini, yang menilai mobil listrik ini telah kehilangan jiwa emosional dan raungan mesin khas Ferrari. Akibat sentimen negatif tersebut, saham Ferrari di bursa Milan bahkan sempat merosot hingga sekitar 8 persen setelah seremoni peluncuran.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author