DKI Jakarta Luncurkan Layanan Mobil Klinik Hewan Keliling
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan layanan Mobil Klinik Hewan Keliling untuk memperluas akses kesehatan hewan di wilayah ibu kota pada Jumat (10/7/2026), dilansir dari Detikcom. Fasilitas bergerak ini dirancang untuk memberikan penanganan medis langsung bagi berbagai jenis hewan peliharaan maupun ternak warga.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan armada tersebut di Kramat Jati, Jakarta Timur. Program ini diharapkan mampu mempertahankan status DKI Jakarta sebagai wilayah yang terbebas dari penularan rabies.
Pramono menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan hewan di Jakarta guna memelihara status bebas rabies tersebut.
"Jakarta ini sebagai kota yang bebas rabies tentunya harus kita dukung, kita tetap maintain, kita rawat. Maka aktivitas mobil klinik hewan ini, saya yakin, merupakan modal sosial yang luar biasa bagi Jakarta untuk mempertahankan status bebas rabies," kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Ia menambahkan bahwa setiap unit mobil klinik dilengkapi dengan fasilitas medis yang mumpuni serta diawaki oleh dokter hewan dan paramedis berpengalaman.
"Beberapa layanan yang dilakukan, di antaranya konsultasi, pemeriksaan kesehatan hewan, vaksinasi, pengobatan hewan, pemeriksaan laboratorium, termasuk darah rutin, biokimia, urine, dan feses," ujar Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta.
Layanan ini kemudian mulai beroperasi di berbagai titik, salah satunya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Kamis (16/7/2026), menggunakan truk boks modifikasi. Dokter hewan yang bertugas, Adittya Nugraha, menjelaskan keunggulan dari klinik keliling ini dibandingkan klinik stasioner biasa.
"Bisa melakukan tindakan emergency, baik itu emergency-nya. Namun beberapa kasus yang sudah tidak bisa terbantu, kita rujuk ke klinik yang terdekat. Kemudian buat kelebihan lainnya paling pastinya di harga yang sangat terjangkau, bisa kita lihat juga baik di depan tadi ada juga secara pemeriksaan lab atau pemeriksaan hewannya itu kita harganya lebih terjangkau. Jadi buat masyarakat bisa datang dan kita sekarang juga buat vaksin rabies kita gratis," kata Adittya Nugraha, Dokter Hewan.
Adittya juga membagikan tantangan yang dihadapi petugas medis saat harus menangani hewan yang tidak kooperatif di dalam ruangan mobil yang terbatas.
"Tantangan di mobil yang sempit-sempitan mungkin lucu ya kayak kalau kucingnya 'reog', kita juga berhadapan dengan alat lab yang sangat lengkap di sini. Itu otomatis kalau sebisa mungkin hewannya sereog apa pun kita harus pegang, nggak boleh dilepas," jelas Adittya Nugraha, Dokter Hewan.
Ia mengkhawatirkan risiko kerusakan pada peralatan laboratorium yang sensitif apabila hewan terlepas saat pemeriksaan berlangsung.
"Kalau dilepas lebih takutnya ke alat-alatnya, takut nantinya kena tendang atau kena digoyang aja alat-alatnya juga bisa kayak ada alat hematologi itu ada cairannya di atas mejanya juga, jadi takutnya tumpah, jadi nanti takut korsleting," ucap Adittya Nugraha, Dokter Hewan.
Kendati menantang, ia merasa layanan keliling ini memberinya pengalaman unik karena pasien yang datang sangat bervariasi.
"Sangat serulah di mobil klinik hewan ini. Saya rasa kayak di tempat yang sempit ini banyak alatnya, banyak tingkah lucu dari owner-nya, ada yang bawa iguana, ada yang bawa sugar glider, tadi pagi kita habis memeriksa kambing juga," kata Adittya Nugraha, Dokter Hewan.
Salah satu pasien unik yang ia tangani adalah seekor sugar glider yang dibawa sang pemilik untuk diperiksa setelah melahirkan.
"Jadi dari owner keluhannya tidak ada, tapi hanya saja buat kan tadi kalau sugar glider itu dia habis melahirkan, jadi ada katanya 'mau diperiksa aja, Dok, anaknya gimana', kondisi si sugar glider-nya gimana," jelas Adittya Nugraha, Dokter Hewan.
Selain sugar glider, Adittya menceritakan pengalamannya mengobati iguana yang sempat mengalami gangguan refleks menelan makanan.
"Terus kalau untuk iguana juga kemarin katanya sempat ada sesuatu setelah dia makan, ada keluar kayak mau refleks buat menelannya itu susah. Jadi kita bantu lihat, alhamdulillahnya waktu diperiksa sudah tidak ada dan efek refleks menelannya juga sudah bagus. Jadi tidak, hanya pemeriksaan buat cek kesehatan dari luarnya saja seperti itu," imbuh Adittya Nugraha, Dokter Hewan.
Inisiatif ini pun disambut baik oleh masyarakat sekitar karena memudahkan mereka dalam menjangkau akses kesehatan hewan dengan harga murah. Salah seorang warga Ciganjur bernama Akbar mengutarakan rasa terbantunya dengan keberadaan armada ini yang lebih dekat dari kediamannya.
"Ya satu, untuk jarak lebih dekat ya dari rumah. Terus untuk biayanya juga relatif terjangkau gitu, daripada harus ke yang agak, harganya juga lumayan kalau ke klinik atau Puskeswan gitu," kata Akbar, Warga Ciganjur.
Akbar mengaku pertama kali mengetahui program tersebut melalui unggahan di media sosial resmi milik Gubernur DKI Jakarta.
"Awalnya kan Pak Pramono Anung itu kan kemarin launching ya, terus saya lihat di Instagram-nya juga ada klinik hewan keliling sini, sangat bermanfaat sih. Kebetulan kucing saya dua lagi sakit, saya langsung datang pas lihat di Instagram," jelas Akbar, Warga Ciganjur.
Apresiasi serupa dituturkan oleh Sri Sukmana, warga Srengseng Sawah, yang langsung memanfaatkan kesempatan ini untuk memeriksakan beberapa kucing peliharaannya.
"Iya, ini kucing dua divaksin. Kemarin itu yang induknya disteril, anaknya berobat mata," kata Sri Sukmana, Warga Srengseng Sawah.
Sri berharap agar layanan kesehatan hewan keliling ini dapat diselenggarakan secara rutin demi membantu masyarakat pemilik hewan lainnya.
"Harapan saya ya sering-sering aja sih ya sering-sering diadain ya. Vaksinnya gratis, tapi kalau kemarin berobat bayar," kata Sri Sukmana, Warga Srengseng Sawah.