PM Inggris Dukung FIFA Selidiki Spanduk Kontroversial Argentina

Share

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara resmi memberikan dukungan terhadap desakan agar badan sepak bola dunia, FIFA, mengusut tindakan para pemain Timnas Argentina. Para pemain tersebut membentangkan spanduk klaim wilayah Kepulauan Falkland setelah merayakan kemenangan di laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Jumat (17/7/2026).

Aksi pembentangan spanduk bertuliskan 'Las Malvinas son Argentinas' itu terjadi di Atlanta pada Rabu (15/7/2026) setelah Argentina menundukkan Inggris dengan skor 2-1. Kejadian tersebut memicu reaksi keras dari Downing Street karena dianggap melanggar asas netralitas politik dalam olahraga.

Saat ditanya mengenai tim mana yang akan didukung oleh sang Perdana Menteri pada laga final hari Minggu mendatang, juru bicara Starmer memberikan keterangan resmi.

"Perdana Menteri mendoakan yang terbaik untuk kedua tim di final, terutama Spanyol," ujar juru bicara Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris.

Downing Street juga memberikan penegasan sikap pemerintah Inggris terkait status kedaulatan Kepulauan Falkland yang sempat memicu perang pada tahun 1982 silam.

"Piala Dunia mungkin bukan milik kami, tetapi Kepulauan Falkland jelas milik kami. Posisi kami tidak berubah. Penentuan nasib sendiri berada di tangan penduduk pulau dan komitmen kami terhadap Falkland tidak akan pernah goyah. Secara lebih luas, tindakan potensial (sanksi) adalah urusan FIFA, tetapi ini adalah Piala Dunia yang fantastis dan kami telah mengatakan sepanjang waktu bahwa politik harus dijauhkan dari sepak bola," tutur juru bicara Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris.

Selain itu, pihak Downing Street memberikan tanggapan terkait performa tim nasional Inggris di bawah asuhan pelatih kepala Thomas Tuchel.

"Thomas Tuchel dan timnya telah membawa kita jauh ke dalam turnamen Piala Dunia ini, memberi kita pertandingan-pertandingan mendebarkan melawan tim-tim seperti Meksiko dan Norwegia yang tidak akan pernah dilupakan oleh orang-orang di Inggris, dan dia berpikir bahwa tim telah mewakili Inggris dengan luar biasa, baik di dalam maupun di luar lapangan," kata juru bicara Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris.

Menyikapi insiden klaim wilayah tersebut, Menteri Perdagangan Inggris Peter Kyle sebelumnya juga telah menyuarakan kritik tajam dan menyebut aksi tersebut melanggar regulasi FIFA.

Ia menilai tindakan para pemain Argentina tersebut sebagai "pelanggaran berat terhadap aturan yang melarang aktivitas politik sebagai bagian dari sepak bola" ujar Peter Kyle, Menteri Perdagangan Inggris.

Kyle menegaskan pentingnya menjaga turnamen olahraga terbesar di dunia tersebut agar tetap steril dari berbagai kepentingan politik luar ruang ganti.

"Piala Dunia memiliki salah satu prinsip utamanya bahwa politik terpisah dari sepak bola. Itu sekarang menjadi urusan FIFA. Saya berharap FIFA akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh," tambah Peter Kyle, Menteri Perdagangan Inggris.

Di sisi lain, ketegangan diplomatik kedua negara juga sempat menghangat akibat aktivitas patroli kapal Angkatan Laut Kerajaan Inggris, HMS Medway, yang diprotes oleh Argentina karena melintas tanpa izin.

"Kami memberi tahu pemerintah Argentina sebelumnya tentang kunjungan logistik rutin HMS Medway ke Chili antara tanggal 5 dan 8 Juli untuk mendukung operasi Survei Antartika Inggris, yang akan mengirimkan persediaan dan perlengkapan penting untuk mendukung penelitian ilmiah di Antartika. Angkatan Laut Kerajaan Inggris selalu beroperasi sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional dan transit dari Kepulauan Falkland ke Chili dilakukan melalui rute praktis yang paling langsung, dengan mempertimbangkan faktor keselamatan operasional dan cuaca untuk memastikan pengiriman tepat waktu," jelas juru bicara Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris.

Reaksi kekecewaan mendalam juga disuarakan secara resmi oleh otoritas lokal di Kepulauan Falkland atas tindakan tidak sensitif dari tim nasional Argentina pascapertandingan.

"Pemerintah Falkland kecewa–meskipun sayangnya tidak terkejut–bahwa tim sepak bola Argentina memutuskan untuk menodai hasil semifinal Piala Dunia tadi malam–sebuah pertandingan yang sama sekali tidak melibatkan Kepulauan Falkland. Namun demikian, bukanlah hal baru bagi siapa pun bahwa penduduk pulau-pulau tersebut menjadi korban invasi agresif pada tahun 1982, yang membuat banyak orang trauma. Oleh karena itu, spanduk yang ditampilkan oleh Argentina tadi malam sangat tidak sensitif bagi banyak orang di Falkland… Kami berharap FIFA akan menepati janjinya untuk menjauhkan politik dari olahraga, dan memberikan sanksi terhadap semua perilaku seperti ini sesuai dengan aturan mereka sendiri," bunyi pernyataan tertulis Pemerintah Kepulauan Falkland.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author