Inggris Desak FIFA Hukum Argentina Terkait Spanduk Malvinas

Share

Pemerintah Inggris mendesak Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk mengusut aksi para pemain tim nasional Argentina yang membentangkan spanduk bermuatan politik mengenai Kepulauan Malvinas pascalaga semifinal Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Kamis (16/7/2026).

Tuntutan tersebut mencuat setelah skuad Albiceleste merayakan kemenangan dramatis 2-1 atas Inggris dengan memamerkan spanduk bertuliskan 'Malvinas adalah Argentina'. Tindakan penegasan klaim kedaulatan atas wilayah sengketa tersebut dinilai melanggar regulasi ketat turnamen.

Berdasarkan laporan BBC, aturan Piala Dunia pada Pasal 34.3 secara eksplisit melarang seluruh pemain untuk menampilkan pesan atau slogan yang bermuatan politik. Larangan ini berlaku mengikat untuk seluruh aktivitas sebelum, selama, maupun setelah pertandingan berlangsung.

Sanksi disiplin kini membayangi timnas Argentina akibat aksi emosional pascapertandingan tersebut. Ketegangan kedua negara sendiri telah berakar panjang sejak konflik bersenjata tahun 1982, meskipun referendum tahun 2013 menunjukkan mayoritas penduduk kepulauan memilih tetap di bawah kekuasaan Inggris.

Sekretaris Negara untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris, Peter Kyle, mengecam keras tindakan para pemain Argentina yang dianggap melakukan pelanggaran berat dalam ajang olahraga internasional tersebut.

"Saya melihat gambar-gambar itu pagi ini, dan tentu saja, itu sama sekali tidak pantas. Politik seharusnya menjauh dari sepak bola. Itu adalah prinsip yang sangat jelas dari Piala Dunia, tetapi konsekuensi apa pun yang timbul dari itu sekarang menjadi keputusan FIFA," ujar Kyle.

Inggris menegaskan komitmennya untuk mengawal proses ini agar otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut segera mengambil tindakan disipliner yang objektif.

"Kami berharap FIFA akan melakukan penyelidikan atas hal ini. Saya pikir itu pasti akan terjadi karena itu merupakan pelanggaran berat terhadap aturan yang melaran aktivitas politik sebagai bagian dari sepakbola," jelasnya.

Dalam jalannya laga di Atlanta, Inggris sebenarnya sempat unggul lebih dulu melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun, Argentina membalikkan kedudukan lewat gol jarak jauh Enzo Fernandez di menit ke-85 dan gol penentu Lautaro Martinez pada menit ke-90+2.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author