Derry City Jamu CSKA Sofia di Kualifikasi Liga Eropa

Share

Derry City bersiap menghadapi laga krusial leg kedua babak kualifikasi pertama Liga Eropa UEFA melawan CSKA Sofia di Stadion Ryan McBride Brandywell pada Kamis malam waktu setempat. Klub asal Irlandia Utara tersebut bertekad membalikkan keadaan setelah menelan kekalahan tipis 2-3 pada pertemuan pertama di Bulgaria pekan lalu.

Persiapan tim tamu terganggu setelah dua penggawa tim nasional Belarus milik CSKA Sofia, Fyodor Lapoukhov dan Max Ebong, dipastikan absen karena kendala visa dari otoritas Inggris Raya. Kubu Sofia mengonfirmasi bahwa seluruh dokumen telah diajukan tepat waktu namun masalah tersebut belum terselesaikan hingga jadwal keberangkatan tim.

"CSKA menginformasikan bahwa saat ini pesepak bola kami dan pemain tim nasional Belarusia — Fyodor Lapoukhov dan Max Ebong — belum menerima visa yang diperlukan dari otoritas Inggris untuk perjalanan mereka ke Irlandia Utara. CSKA mengajukan semua dokumen yang diperlukan tepat waktu, tetapi masalah ini belum terselesaikan. Klub telah menginformasikan kepada semua institusi Bulgaria yang kompeten, serta UEFA, tentang situasi ini. Jika kedua pemain tidak menerima visa tepat waktu, mereka tidak akan dapat berpartisipasi dalam pertandingan leg kedua melawan 'Derry City' di babak kualifikasi pertama Liga Eropa, yang akan berlangsung pada 16 Juli," rilis pernyataan resmi CSKA Sofia.

Manajer Derry City, Tiernan Lynch, menegaskan kepada anak asuhnya untuk tidak gentar menghadapi reputasi besar CSKA Sofia yang pernah melaju hingga semifinal Piala Champions Eropa di masa lalu.

"Tanpa mengurangi rasa hormat kepada CSKA, tetapi ini bukan Barcelona," tegas Tiernan Lynch, Manajer Derry City.

Lynch juga mengingatkan para pemainnya bahwa kendati lawan memiliki sejarah panjang, mereka bukanlah tim yang tidak bisa dikalahkan.

"Tanpa mengurangi rasa hormat kepada CSKA, tetapi ini bukan Barcelona," kata Tiernan Lynch, Manajer Derry City.

Ia meminta pasukannya untuk fokus pada kekuatan sendiri dan melupakan nama besar lawan di atas kertas.

"ini bukan Barcelona." ujar Tiernan Lynch, Manajer Derry City.

Lynch menekankan bahwa timnya tidak akan bersikap jemawa dalam menatap laga krusial ini.

"Saya tidak akan duduk di sini dan mencoba bersikap arogan tentang kami karena saya rasa kami belum melakukan hal yang cukup untuk melakukan itu," tutur Tiernan Lynch, Manajer Derry City.

Derry City kini fokus mempelajari taktik dan dinamika pemain lawan berdasarkan hasil evaluasi laga pertama.

"Apa yang harus kami lakukan adalah memahami area-area di mana kami merasa bisa mengeksploitasi mereka sekarang setelah kami memiliki sedikit lebih banyak pengetahuan tentang personel mereka." ucap Tiernan Lynch, Manajer Derry City.

Pihak Derry City mengakui adanya kejutan taktis dari tim Bulgaria tersebut pada pertemuan pertama mereka.

"Secara teknis mereka adalah tim yang sangat bagus. Mereka memiliki beberapa pesepak bola yang sangat bagus dan merupakan ancaman nyata. Ada beberapa pemain yang kami harapkan bermain tetapi tidak bermain.

Kami mungkin terkejut dengan formasi yang mereka mainkan. Itu bukan formasi yang kami harapkan mereka mainkan." sebut Tiernan Lynch, Manajer Derry City.

Dukungan penuh publik Brandywell diharapkan mampu meningkatkan moral bertanding Derry City sejak menit awal.

"Jadi siapa yang tahu apa yang akan terjadi pada hari Kamis dari pihak mereka. Ada beberapa elemen permainan kami yang perlu kami tingkatkan. Kami perlu menunjukkan sedikit lebih banyak kepercayaan diri dan ketenangan. Semoga di kandang sendiri, dengan pendukung kami sendiri di belakang kami, faktor intimidasi yang saya rasa akan dihadirkan oleh Brandywell, kami akan menjalaninya dengan penuh keyakinan." jelas Tiernan Lynch, Manajer Derry City.

Lynch juga menyoroti perbedaan nilai pasar dan anggaran gaji yang sangat mencolok di antara kedua klub.

"Kami berada di posisi kami sekarang," kata Tiernan Lynch, Manajer Derry City.

Lynch memotivasi para pemainnya dengan menyatakan bahwa di atas lapangan, semua perbedaan finansial tersebut menjadi tidak berarti.

"Kedua tim dan klub – Anda hanya perlu melihat stadion baru yang mereka bangun. Perbedaan klub dalam hal ukuran, status, tagihan gaji, dan nilai moneter yang menyertainya, tetapi ketika Anda melangkah ke lapangan itu, pertandingannya adalah 11 lawan 11. Saya terus mencoba memberi tahu para pemain bahwa, tanpa mengurangi rasa hormat kepada CSKA, tetapi ini bukan Barcelona." kata Tiernan Lynch, Manajer Derry City.

Sisa laga di Bulgaria memberikan keyakinan bahwa skuad Derry City mampu bersaing di level kompetisi Eropa.

"Kita telah melihat selama 30 menit terakhir pertandingan pada Kamis malam bahwa kami bisa bermain di level ini dan bersaing di level ini. Sangat penting bagi kami untuk tidak menunjukkan rasa tidak hormat tetapi juga penting bagi kami untuk mencoba menerapkan permainan kami." tutur Tiernan Lynch, Manajer Derry City.

Kurangnya pengalaman sebagian pemain di kancah Eropa dinilai bukan lagi menjadi beban setelah melewati laga perdana pekan lalu.

"Pasti ada hal-hal yang kami rasa bisa dan seharusnya kami lakukan dengan lebih baik. Anda juga harus ingat banyak pemain kami yang baru pertama kali bermain di Eropa. Sekarang beban itu sudah lepas dari pundak kami, saya rasa tidak ada tekanan besar di pundak kami.

Saya rasa kami bisa pergi dan menikmati pertandingan di depan penggemar kami sendiri. Selama kami memberikan 100 persen, saya rasa kami akan baik-baik saja." papar Tiernan Lynch, Manajer Derry City.

Satu gol telat di Sofia dinilai memberikan momentum berharga bagi Derry City untuk mengejar ketertinggalan agregat.

"Pasti ada area yang kami rasa bisa dieksploitasi dan kami akan menyulitkan mereka tanpa ragu. Ini ada di tangan kami sejauh yang saya tahu. Gol terakhir itu memberi kami semacam landasan.

Sesuatu untuk dipegang dan dikejar. Ini hanya masalah mengelola pertandingan." tambah Tiernan Lynch, Manajer Derry City.

Lynch meminta anak asuhnya untuk bermain cerdas dan tidak terburu-buru melakukan serangan sporadis.

"Para penggemar akan berada di sana dan atmosfernya akan luar biasa. Anda akan ingin tampil menggebu-gebu dan mengejar mereka. Kami harus mengelola situasi itu.

Anda tidak bisa memenangkan pertandingan dalam 10 menit pertama, tetapi Anda bisa kehilangannya. Ini adalah bermain dengan kepala kita sekaligus hati kita." terang Tiernan Lynch, Manajer Derry City.

Ia berharap atmosfer kandang yang intim dapat memberikan tekanan tersendiri bagi kubu tim tamu.

"Faktor intimidasi yang dihadirkan penggemar mereka dan betapa berisiknya mereka. Saya pikir anak-anak kami mengelolanya dengan sangat baik. Sangat penting bagi penggemar kami untuk membalasnya. Ini adalah lapangan yang lebih kecil, lebih sempit, langsung di hadapan Anda dan saya pikir semakin intimidatif kami bisa membuatnya, akan semakin baik bagi kami." ungkap Tiernan Lynch, Manajer Derry City.

Sementara itu, di kompetisi Kualifikasi Liga Konferensi, Manajer Glentoran Declan Devine turut membagikan pandangannya setelah timnya menelan kekalahan tipis 1-2 dari RFS jelang leg kedua di Latvia.

Devine meminta skuadnya untuk tetap optimistis menatap laga tandang mendatang.

"mengambil kepercayaan diri yang sangat besar" kata Declan Devine, Manajer Glentoran.

Ia merasa perjuangan anak asuhnya masih jauh dari kata selesai.

"Secara keseluruhan, ini malam yang positif, tidak ada yang ingin kalah, ini baru setengah babak," ujar Declan Devine, Manajer Glentoran.

Devine memuji performa bertahan timnya yang dinilai sudah menerapkan taktik dengan sangat disiplin.

"Saya sangat bangga dengan para pemain dan upaya yang telah mereka berikan. Dua gol mereka adalah keberuntungan yang sangat besar. Saya pikir kami bertahan dengan sangat baik dan saya pikir kami menyerang mereka lewat serangan balik. Saya pikir rencana permainan kami berjalan dengan sangat baik." tutur Declan Devine, Manajer Glentoran.

Evaluasi menyeluruh telah dilakukan demi memastikan kesiapan mental skuad menjelang laga penentuan di markas RFS.

"We were solid, we needed to be solid. We asked questions of them, especially late in the half, the second half. All the boys should take huge credit and confidence going into Latvia." tutup Declan Devine, Manajer Glentoran.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author