Iran Sebut AS Lakukan Kejahatan Perang Usai Serang Fasilitas Militer

Share

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh Amerika Serikat telah melakukan kejahatan perang setelah militer negara tersebut meluncurkan gelombang serangan udara ke sejumlah fasilitas militer Iran pada Kamis (16/7/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Tuduhan keras tersebut disampaikan oleh pihak Teheran setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) menargetkan infrastruktur yang dituding kerap mengancam jalur pelayaran kapal di Selat Hormuz. Ledakan dilaporkan mengguncang beberapa wilayah strategis Iran seperti Ahvaz, Chabahar, dan Bandar Abbas.

Merespons aksi militer tersebut, Araghchi menyatakan kecaman kerasnya melalui saluran resmi terkait tindakan sepihak yang dilakukan oleh Washington.

"infrastruktur vital" kata Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.

Ia juga menyoroti adanya ancaman terhadap fasilitas sipil lainnya yang dinilai dapat memperburuk situasi keamanan regional.

"niat kriminal pemerintah AS untuk melakukan kejahatan keji." ujar Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.

Menurut diplomat senior tersebut, tindakan penyerangan ini secara jelas telah melanggar kesepakatan internasional yang berlaku.

"tidak diragukan lagi merupakan pelanggaran mencolok terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional." tegas Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.

Ia menilai bahwa aksi tersebut tidak bisa dibiarkan tanpa adanya konsekuensi hukum di tingkat global.

"kejahatan internasional serius" tutur Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.

Araghchi mengingatkan komunitas global akan tanggung jawab bersama dalam menyikapi pelanggaran ini berdasarkan traktat kemanusiaan internasional.

"semua pemerintah berkewajiban untuk menuntut dan menghukum mereka yang melakukan kejahatan tersebut." tambah Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.

Ia juga mengecam pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh para pejabat pemerintahan di Washington yang dinilai memperkeruh suasana.

"retorika yang tidak masuk akal dan ancaman yang jahat." tuduh Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.

Menurutnya, tekanan dan permusuhan yang ditunjukkan oleh AS tidak akan menyurutkan prinsip dasar yang dipegang oleh negaranya.

"karena bersikeras pada kemerdekaan, hak-hak sah, dan martabat manusia mereka." jelas Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.

Araghchi juga menegaskan bahwa rantai komando militer yang terlibat dalam operasi penyerangan ini tetap harus memikul tanggung jawab penuh secara hukum.

"pihak-pihak yang bertanggung jawab "tidak dapat menghindari pertanggungjawaban hukum hanya dengan dalih bahwa mereka bertindak atas perintah atasan."" peringat Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran.

Sementara itu, kantor berita Iran Mehr melaporkan bahwa proyektil-proyektil milik militer AS menghantam area dekat pelabuhan Bandar Abbas serta menara pengawas sipil angkatan laut di Chabahar yang biasa digunakan untuk operasi penyelamatan nelayan setempat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author