Koperasi Desa Merah Putih Pangkas Distribusi demi Stabilkan Harga Barang

Share

Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bentukan PT Agrinas Pangan Nusantara resmi diperkenalkan untuk memotong rantai distribusi barang ke wilayah pedesaan pada Kamis (16/7/2026). Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat desa mendapatkan akses barang industri dengan harga yang adil setara kawasan perkotaan.

Dilansir dari Detikcom, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo de Sousa Mota menerangkan fungsi utama koperasi tersebut dalam seminar nasional yang berlangsung di kawasan TMII, Jakarta Timur.

"Jadi sebetulnya kehadiran Koperasi Desa Merah Putih itu, itu memastikan bahwa semua barang yang diproduksi di semua industri itu bisa menjangkau masyarakat desa," kata Joao Angelo de Sousa Mota, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.

Pihak manajemen menekankan bahwa keberadaan wadah ini akan menghapus kesenjangan aksesibilitas produk antara masyarakat kota dan desa. Melalui sistem ini, harga yang dipatok di tingkat konsumen akhir diklaim bakal jauh lebih masuk akal.

"Tujuan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih adalah untuk mewujudkan fair price bagi masyarakat di desa, dan juga mereka mampu atau bisa dapat mengakses semua barang yang kita dapat mengakses barang yang kita dapat akses di kota, mereka di desa pun akan bisa mengakses barang yang sama dengan harga yang lebih fair," kata Joao Angelo de Sousa Mota, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.

Selain menyasar konsumen umum, pemangkasan jalur logistik ini ditargetkan mampu mendongkrak margin keuntungan para pemilik warung kelontong kecil di daerah. Selama ini, rantai distribusi yang panjang membuat keuntungan mereka sangat terbatas.

"Terutama untuk warung-warung kecil, yang mungkin selama ini karena jalur distribusi yang begitu panjang, sehingga harga margin yang mereka dapat sangat mepet. Dengan adanya kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, margin yang mereka dapat itu bisa lebih tebal, sehingga kesejahteraan bagi warung-warung kecil bisa lebih cepat," kata Joao Angelo de Sousa Mota, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.

Guna merealisasikan target tersebut, Joao memastikan bahwa tata kelola internal organisasi akan berjalan secara profesional. Pemanfaatan armada logistik mandiri menjadi kunci utama dalam mengintervensi gejolak harga di pasar pedesaan.

"Untuk mengontrol harga itu adalah, khususnya kalau harga distribusi dari produsen-produsen yang selama ini menyuplai ritel-ritel modern, yaitu dengan memastikan bahwa jalur distribusi yang kita miliki, atau logistik yang kita miliki, bisa kita manfaatkan untuk menekan harga untuk dijual di desa-desa dengan harga yang lebih stabil," kata Joao Angelo de Sousa Mota, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author